Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Mahasiswa Permaporatim Kupang Jawab Tantangan Zaman lewat MPAB
MAHASISWA

Mahasiswa Permaporatim Kupang Jawab Tantangan Zaman lewat MPAB

By Redaksi11 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota baru (posisi duduk) didampingi panitia saat mengikui prosesi Silentium (Foto: Dok. Panitia)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Perhimpunan Mahasiswa Pocoranaka Timur (Permaporatim) Kupang menjawabi berbagai tantangan generasi milenial dengan menggelar Masa Penerimaan Mahasiswa Baru (MPAB).

Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari sejak Jumat  (09/11/2018) sampai Minggu (11/11/2018) bertempat di aula Taman Doa Oebelo, Kabupaten Kupang.

Leo Agung Adiginarto, ketua umum Permaporatim mengatakan, latar belakang kegiatan tersebut bertujuan untuk menjawabi kegelisahan mahasiswa era milenial yang terjangkit virus individualistik dan hedonistik.

Anggota baru, badan pengurus dan panitia saat menggelar malam fraternitas (Foto: Dok. panitia)

Leo, demikian disapa, menegaskan mahasiswa perlu ditanami nilai intelektualitas, kepemimpinan dan kekeluargaan agar tidak tergerus virus negatif kemajuan zaman.

Dikatakan, di era revolusi 4.0 dimana terjadi revolusi digital dan komunikasi berbasis internet, generasi milenial cenderung bersikap masa bodoh dengan lingkungan sekitarnya.

“Generasi ini cenderung terlena dalam zona nyaman internet dan tak peduli dengan masalah sosial. Padahal mahasiswa harus menjadi agen perubahaan zaman agar melahirkan perubahaan sosial,” katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Leo menerangkan, organisasi Permaporatim telah menyiapkan tiga nilai dasar organisasi yakni nilai intelektualitas, nilai kepemimpinan  dan kekeluargaan.

Dalam nilai intelektualitas anggota baru diajarkan untuk berpikir kritis dan peka terhadap masalah sosial.

Dalam nilai kepemimpinan, anggota baru diajarkan untuk mampu memimpin diri sendiri seperti disiplin waktu, puasa internet untuk baca buku dan diskusi, memiliki visi-misi pribadi dan bersama, serta target pencapaian yang terukur.

Sementara dalam nilai kekeluargaan, anggota baru dilatih untuk memiliki kepekaan emosional, dilatih mengasa rasa persaudaraan dan saling membantu menyelesaikan masalah sesama.

“Nilai kekeluargaan yang dimaksud tidak hanya membangun spirit persaudaraan antar sesama anggota Permaporatim, tetapi kekeluargaan yang universal berlandaskan spirit kemanusiaan” tegasnya.

Seorang peserta, Fira saat memberikan kesan selama mengikuti MPAB (Foto: Dok. Panitia)

Ketua panitia, Yuliana Ardesi menambahkan, ketiga nilai dasar organisasi Permaporatim tersebut didaratkan lewat pemaparan materi dan praktek.

“Lewat materi, mereka bisa mendapatkan konsep dan pengetahuan, sementara dalam praktek mereka bisa langsung menghayati nilai-nilai tersebut,” kata Yuliana.

Abel Harapan, salah satu peserta yang mengikuti kegiatan ini mengaku bangga mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang karena saya bisa belajar untuk keluar dari zona nyaman. Itu tidak hanya dalam teori tapi langsung praktek” katanya.

Kontributor: Yuliana

Editor: Irvan K

Kota Kupang Permaporatim Kupang
Previous ArticleBPR Dana Mas Ganti Kerugian Pegawai yang Di-PHK
Next Article Pelita Dalam Philips (Antologi Puisi Melkisedek Deni)

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.