Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Miris! Museum Tenun Ikat Ende Sudah Rusak Parah
NTT NEWS

Miris! Museum Tenun Ikat Ende Sudah Rusak Parah

By Redaksi26 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lopo di halaman Museum Tenun Ikat Ende sudah mulai rusak parah. Tempat duduk berbentuk panggung sudah roboh dan perlu diperbaiki (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Museum tenun ikat Ende, Nusa Tenggara Timur, memang butuh perhatian yang serius oleh pemerintah. Museum yang dibangun sejak tahun 2004 itu, kini, sudah tak layak diurus.

Beberapa lopo yang digunakan tempat bersantai di sekeliling itu sudah mulai rusak berat. Kerusakan mulai terlihat dari atap hingga beberapa tempat duduk dan tiang lopo.

Selain itu, lopo besar persis di halaman museum nampak rusak dan butuh direnovasi. Atap sudah bocor dan tempat duduk berbentuk panggung sudah rubuh.

Lopo yang semua berbahan kayu itu memang tak layak digunakan lagi. Perlu ada perhatian serius oleh pemerintah sehingga dapat dimanfaatkan lagi.

Jika tidak, maka selama musim hujan ini, diprediksi beberapa lopo rubuh total. Sebab, semua konstruksi bangunan sudah mulai rusak dan tidak kuat lagi.

Beberapa lopo nampak sudah mulai rusak serius. Sekitar empat lopo lainnya sudah tak memiliki atap (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Pengelola Museum, Ali Abubakar Pae, baru-baru ini mengatakan, museum tenun ikat tersebut perlu dilakukan renovasi. Selain atap, beberapa dinding sudah mulai lapuk dan rusak.

Ia menjelaskan, beberapa kain tenun ikat NTT yang dipajang di dalam Museum sudah dipindahkan. Itu diantisipasi selama musim hujan ini agar tidak basah sebab atap museum tersebut sudah bocor.

Sementara beberapa peralatan tenun warisan leluhur masih berada di dalam museum. Ia berencana memindahkan untuk menjaga aset warisan tersebut tetap utuh.

Ali berharap pemerintah segera memikirkan untuk melakukan renovasi salah satu aset daerah tersebut. Sehingga dapat dipergunakan masyarakat sebagai tempat rekreasi dan belajar.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

 

Ende Museum Ende
Previous ArticlePotret Jujur Masalah Kesehatan NTT dalam Novel Maria Matildis Banda
Next Article Kades Ponu Terpilih Tak Kunjung Dilantik, Ini Alasannya

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.