Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Hingga Akhir 2018, Ada 326 Kasus HIV/AIDS di TTS
KESEHATAN

Hingga Akhir 2018, Ada 326 Kasus HIV/AIDS di TTS

By Redaksi7 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yayasan Mitra Harapan SoE menggandeng pelajar dan pemuda memberikan informasi dan edukasi bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat, tanggal 1 Desember lalu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe,Vox NTT – Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) darurat kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang dapat menyebabkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Pasalnya, hingga Desember 2018 tercatat sebanyak 326 kasus HIV/AIDS yang menyerang warga TTS.

Ketua Yayasan Mitra Harapan TTS, Beny Leob cukup khawatir dengan banyaknya kasus ini.

Sebab itu, Beny meminta agar kasus HIV/AIDS di TTS perlu mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan dan pemangku kepentingan.

Beny membeberkan, dari 326 kasus HIV/AIDS lebih banyak menyasar pada kategori usia produktif yakni umur 22 sampai 44 tahun.

Pada kategori ini, kata dia, pengidap paling banyak adalah ibu rumah tangga (IRT), yakni berjumlah 91 kasus. Selanjutnya, wiraswasta sebanyak 63 kasus dan petani 67 kasus.

Beny menambahkan, pada tahun 2017 lalu, Kabupaten TTS berada pada urutan tertinggi ke-6 kasus HIV/AIDS dari 22 kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTT.

“Penyebab paling dominan adalah kebiasaan gonta-ganti pasangan dalam berhubungan seksual,” ujar Beny kepada VoxNtt.com, Minggu (2/12/2018) lalu.

Menurut dia, Yayasan Mitra Harapan SoE turut peduli untuk memberikan berbagai edukasi kesehatan. Sebab, kasus HIV/AIDS lebih banyak menyasar pada kategori usia produktif.

Salah satu langkahnya, Yayasan Mitra Harapan menggelar aksi sosial dengan melibatkan pelajar, mahasiswa dan pemuda-pemudi di Kota SoE.

Kegiatan ini juga seiring memperingati hari AIDS se-dunia yang digelar setiap 1 Desember.

“Kegiatan hari AIDS di SoE pada tanggal 1 Desember lalu dilaksanakan dengan aksi sosial berupa pembagian pita bunga, brosur dan stiker komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) HIV/AIDS,” sebut Beny.

Dikatakan, KIE bahaya HIV/AIDS diberikan kepada sopir, tukang ojek, dan masyarakat pengguna jalan.

“Mitra Harapan melibatkan PIK (Pusat Informasi Konseling) remaja di sekitar Soe, baik itu pelajarvSMP maupun SMA serta kelompok pemuda,” tutup Beny.

 

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba

TTS
Previous ArticleMahasiswa STPM Ende Gelar Aksi Bisu Sambut Hari Anti Korupsi
Next Article Kadis PUPR Perintahkan Kontraktor Perbaiki Tugu Batas Kota SoE

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.