Kasat Lantas Polres TTS, Iptu Wastoro. (Dok. Pribadi Wastoro)

Soe, Vox NTT- Hingga Desember 2018, ada 35 orang yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Menyikapi maraknya korban tewas akibat Laka Lantas ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Plores TTS rupanya tidak tinggal diam. Mereka terus melakukan upaya sosialisasi tentang ketertiban lalu lintas.

Kasat Lantas Polres TTS, Iptu Wastoro mengatakan, pihaknya terus melakukan langkah untuk menekan tingginya angka laka lantas.

“Langkah sosialisasi yang dilakukan adalah dengan memberikan ajakan atau agar pengendara taat berlalulintas. Misalnya, kesadaran memakai helm saat berkendara, tidak melawan arus jalan, serta tidak berkendara dalam pengaruh minuman keras,” terang Wastoro kepada VoxNtt.com, Senin (10/12/2018).

Ia menjelaskan, menjelang perayaan Natal 2018 dan tahun baru 2019, Satlantas Polres TTS menggelar operasi pra kondisi.

Operasi ini, jelasnya, merupakan upaya cipta kondisi agar lalu lintas aman, lancar dan tertib.

“Prioritas penertiban adalah pengendara baik roda dua maupun empat yang surat-surat dan kelengkapan kendaraan tidak ada. Selain itu, pengendara harus memakai helm serta tidak berkendara dalam keadaan pengaruh miras,” urai Wastoro.

Mulai tanggal 20 Desember 2018, sampai pertengahan Januari 2019, lanjutnya, Satlantas Polres TTS juga akan menggelar operasi lilin.

Operasi ini bertujuan untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar selama perayaan besar keagamaan Natal dan tahun baru.

Kata dia, fokus utama operasi lilin adalah melakukan penindakan bagi pengendara yang dalam kondisi kendali miras.

“Ini karena, menjelang tahun baru, banyak orang cenderung menenggak minuman keras lalu berkendara. Ini bukan saja berbahaya bagi diri sendiri, namun bagi orang lain. Makanya kita bakal tertibkan,” tutupnya.

Penulis : L. Ulan
Editor: Ardy Abba