Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»KIPDA TTS Kecam Eksploitasi Seksual terhadap Perempuan Disabilitas
NTT NEWS

KIPDA TTS Kecam Eksploitasi Seksual terhadap Perempuan Disabilitas

By Redaksi19 Desember 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua KIPDA TTS, Imanuel Nuban (Foto: dok pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe,Vox NTT- Komite Penyandang Disabilitas (KIPDA) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengecam aksi eksploitasi seksual terhadap penyandang disabilitas atau difabel yang marak akhir-akhir ini di wilayah TTS.

Ketua KIPDA TTS, Imanuel Nuban yang diwawancarai media ini, Rabu (19/12) mengatakan, dalam tahun 2018 terdapat 6 kasus eksploitasi seksual terhadap perempuan penyandang disabilitas.

Kondisi ini, tandas Imanuel, sangat tidak manusiawi bagi kaum disabilitas dan berefek buruk dimana semakin memperparah kehidupan para korban eksploitasi.

Salah satu kasus yang sementara diadvokasi oleh KIPDA TTS, sebutnya, adalah kasus yang dialami Roni Bia, di Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan.

“Korban yang adalah Tuna Rungu Wicara dihamili dan ditelantarkan pelaku Wadi Asbanu. KIPDA TTS sementara melakukan advokasi hukum terhadap persoalan ini,” ujar Imanuel.

KIPDA TTS, ujarnya, selain melakukan advokasi, juga terus berupaya menggalang berbagai program pemberdayaan terhadap kaum disabilitas di TTS sesuai Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang pemenuhan hak-hak disabilitas.

“Di TTS ada belasan ribu kaum disabilitas. Namun belum terdata dengan baik. Untuk sementara yang terdata baru 1.300 lebih orang,” jelas Imanuel.

Penulis: L. ULAN

Editor: Irvan K

TTS
Previous ArticleJelang Natal dan Tahun Baru, Polsek Aesesa Gelar Rakor
Next Article Dishub Mabar Diduga Pungli Retribusi Parkir, Begini Modusnya

Related Posts

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026
Terkini

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.