Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»TPID Wolowae Nagekeo Lakukan Dua Inovasi Ini
VOX DESA

TPID Wolowae Nagekeo Lakukan Dua Inovasi Ini

By Redaksi15 Januari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kegiatan capturing program inovasi desa yang dilakukan oleh TPID Kecamatan Wolowae bersama TA TTG P3MD Kabupaten Nagekeo di lokasi budidaya garam Dusun Kaburea, Desa Tendakinde (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo melakukan dua kegiatan inovasi desa.

Keduanya yakni kegiatan inovasi berupa promosi dan pengembangan Kotajogo sebagai obyek wisata baru di Desa Anakoli dan budidaya garam di Dusun Kaburea, Desa Tendakinde.

Ketua TPID Kecamatan Wolowae, Sebastianus Babo Uko mengatakan hal tersebut kepada VoxNtt.com di Mbay, Rabu (15/1/2019).

Menurutnya, kegiatan itu selain melibatkan TPID Kecamatan Wolowae juga bersama Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna Program Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat Desa (TA TTG PEMD) Kabupaten Nagekeo.

“Tujuan kita adakan kegiatan itu adalah untuk mendata potensi-potensi di desa yang berhubungan dengan program inovasi desa. Alokasi dananya dari dana desa,” ujar Sebastianus.

Ia menambahkan, program inovasi desa secara umum bertujuan untuk mendorong penggunaan dana desa yang lebih berkualitas, efektif dan efesien.

Itu terutama melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan desa yang lebih inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat desa.

Ia berharap, dengan adanya program inovasi desa dana desa dapat menyentuh pengembangan obyek pariwisata.

Sehingga, dapat menjadi obyek wisata yang dikenal oleh khalayak ramai.

Kegunaannya, lanjut Sebastianus, adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitarnya dan pendapatan asli desa.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

 

Nagekeo TPID
Previous ArticleDPMD Matim Siap Telusuri Laporan Penyalahgunaan Dana Desa
Next Article Kapolda NTT Diminta Usut Proyek di Nagekeo

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.