Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bupati Don Temui Komunitas Lape
Regional NTT

Bupati Don Temui Komunitas Lape

By Redaksi1 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do sedang berdiskusi pengembangan kawasan pembiakan sapi berbasis masyarakat bersama komunitas Lape di Kantor Kelurahan Lape (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Penuhi janji, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menemui komunitas ulayat Lape Kecamatan Aesesa, Jumat  (1/2/2019).

Pertemuan yang berlangsung di Kelurahan Lape tersebut membicarakan pengembangan kawasan pembiakan sapi potong berbasis masyarakat.

Pengembangan kawasan pembiakan sapi potong tersebut pada lahan-lahan tidur di beberapa lokasi dalam wilayah tanah ulayat milik komunitas adat Lape.

Menurut Bupati Don, hal ini merupakan upaya untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat berdasarkan potensi dan kultur yang sudah hidup berabad-abad lamanya, jauh sebelum kehadiran Mbay sebagai sebuah fenomena perkotaan.

Seperti diketahui, Bupati Don menempatkan sektor pertanian, dimana salah satu di dalamnya adalah peternakan. Peternakan dianggapnya sebagai salah satu sektor penggerak utama pencapaian visinya membangun Kabupaten Nagekeo lima tahun ke depan.

“Masyarakat Lape harus naik level dalam cara beternak. Tentukan sekarang juga di mana-mana saja lokasinya, jauhkan debat yang bertele-tele dan sebaliknya langsung beraksi sambil belajar,” tegasnya.

Bupati Don berharap masyarakat bisa bergotong-royong menanam hijauan. Sementara Pemda Nagekeo menyiapkan lahan dengan pola terasering yang disertai dengan pembuatan jebakan air sebanyak mungkin di setiap relung-relung padang sabanah.

Kata dia, Dinas Peternakan dan Organisasi Perangkat Daerah terkait lainnya akan melaksanakan dan mengawal keberhasilan program tersebut.

 

Feliks Mepa, salah seorang tokoh masyarakat Lape mengatakan, pendekatan Bupati Don yang sangat rileks dan tidak berjarak, membuat semua konsep pembangunan diterima dengan riang gembira oleh masyarakat Lape.

“Program ini selain akan mengisolasi ternak sehingga tidak berkeliaran di ibu kota, juga mengatasi kekeringan dan banjir dalam satu jurus,” imbuhnya.

Dalam waktu kurang dari dua jam diskusi sudah ada kesepakatan soal lokasi pengembangan kawasan pembiakan sapi potong berbasis masyarakat.

Bupati Don kemudian mengajak semua tokoh berjalan kaki meninjau lokasi seluas 1 hektare yang di atasnya akan segera membangun Puskesmas Kota dengan dana 10 miliar tahun 2019 ini. Lokasi tersebut berjarak kurang lebih 300 meter dari Kantor Kelurahan Lape.

Bupati Don juga mengingatkan Kabag Administrasi Pembangunan dan Badan Keuangan Daerah untuk segera memagari dan menyelesaikan administrasi pendukung lokasi terminal dan pasar di Dadiwuwu seluas 10 hektare. Lokasi ini sudah disepakatinya dengan suku-suku Lape beberapa minggu, sebelum ia dilantik.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Bupati Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleWaspada! Kasus DBD di Ende Meningkat
Next Article Diduga “Akali” 1100 Guru, Kadis PK Matim: Itu Salah Ketik

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.