Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»LMND Singgung Perselingkuhan Dosen dan Mahasiswa saat Aksi Peringati IWD
KOMUNITAS

LMND Singgung Perselingkuhan Dosen dan Mahasiswa saat Aksi Peringati IWD

By Redaksi8 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
LMND Eksekutif NTT dan Kota Kupang saat menggelar aksi peringati IWD di depan Kampus Undana-Penfui Kupang. (Foto: Ronis/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Liga Mahasiswa untuk Demokrasi Eksekutif NTT dan Kupang hari ini, Jumat 08 Maret 2019 Menggelar aksi hari perempuan Internasional atau Woman International Day (IWD).

Aksi ini digelar di depan gerbang Kampus Universitas Nusa Cendana, Jalan Adisucipto-Penfui Kupang.

Selain mengecam kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan secara Internasional dan di Indonesia, LMND Eksekutif NTT juga mengecam kekerasan psikis yang dialami oleh perempuan dalam menolak tambak garam maupun perusahaan lainnya yang terjadi di Desa Ponu, Timor Tengah Utara (TTU) dan Desa Mota’ain Kabupaten Malaka.

Tak hanya itu, aksi LMND juga menyentil soal kasus perselingkuhan Dosen dan mahasiswi yang terjadi beberapa waktu lalu di Kampus Politeknik Negeri Kupang.

Yuliance Rina Halundaka, Koordinator aksi, kepada VoxNtt.com usai aksi digelar menyampaikan, terkhusus kasus perselingkuhan Dosen dan mahasiswi yang baru saja terjadi, perempuan-perempuan NTT tidak boleh terlalu berlebihan menyoroti perempuan.

“Kita sebagai perempuan NTT, jangan terlalu berlebihan menlontarkan kutukan dan kata-kata kasar terhadap perempuan itu. Seharusnya kita ketahui dulu sumber dan kronologis kejadian secara jelas,” tegas Yuliance.

Lanjut dia, amat disayangkan dari kejadian itu dimana mahasiswi yang terlibat perselingkuhan sudah tidak melanjutkan kuliahnya lagi. Sementara sang Dosen masih terlihat aktif mengajar.

“Kan tidak adil. Ini diskriminasi. Dosennya tetap mengajar sedangkan mahasiswinya sudah tidak lanjut kuliah lagi,” lanjut dia.

Selain itu, konteks politik. LMND juga menganggap kuota 30% sebagai bentuk ketidakadilan bagi perempuan. Menurut mereka, harus ada kesetaraan dengan memposisikan peluang laki-laki sama dengan perempuan.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

Dosen selingkuh Kabupaten Kupang LMND
Previous ArticleAgung Laksono: Pasangan Jokowi-Amin Target Menang 95% di NTT
Next Article Pemilu Kian Dekat, Kabupaten TTU Masih Kekurangan 64 Kotak Suara

Related Posts

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.