Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Warga Wolowae Ditemukan Tewas Gantung Diri
HUKUM DAN KEAMANAN

Warga Wolowae Ditemukan Tewas Gantung Diri

By Redaksi27 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolsek Urban Aesesa, AKP Ahmad bersama warga Kobakua sedang menurunkan Korban dari atas dahan pohon gamal (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Warga Kampung Yateteyo, RT 10, Dusun Kobakua, Desa Tenda Toto, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo digegerkan atas penemuan jasad seorang pria yang gantung diri, Senin (27/05/2019), sekitar pukul 08.30 Wita.

Pria yang diketahui bernama Andreas Ou (27) itu ditemukan tewas gantung diri di pinggir Kali Tiwu Tu, tepatnya di belakang rumah korban.

Korban tewas cara gantung diri di pohon gamal setinggi 3 meter dengan menggunakan tali nilon berwarna biru sepanjang kurang lebih dua meter.

Saksi mata Fidelis Weka (15) mengatakan, penemuan jasad korban berawal ketika ia dan temannya Yohanes Noldino Pape (10) hendak ke kebun.

Keduanya ke kebun karena disuruh oleh orangtua mereka mengambil terpal di pondok untuk mejemur padi.

Ketika melintasi tempat kejadian perkara (TKP), Fidelis melihat ada orang yang memakai baju berwarna kuning bergantungan di pohon gamal.

Fidelis bersama temanya Yohanes Noldino Pape kemudian langsung lari ke kampung yang jarak dari TKP kurang lebih 100 meter.

Setiba di kampung, Fidelis langsung memberitahu kepada ibunya yang bernama Yuyun.

“Kami mau pergi kebun mau ambil terpal. Kami lihat dia sudah gantung. Kami langsung lari ke kampung kami kasih tau di mama saya (Yuyun). Mama saya dan saya langsung kasih tau di keluarga korban. Saat itu semua pada lari ke kali untuk menyaksikan hal itu,” ujar Fidelis di kediaman korban, Senin siang.

Kapolsek Aeaesa AKP Ahmad membenarkan insiden naas tersebut.

“Kita dapat informasi dari masyarakat langsung menuju TKP,” ujarnya.

Menurutnya, korban ditemukan tewas sekitar pukul 08.30 Wita dengan cara gantung diri di pohon gamal.

Terkait kejadian itu pihaknya langsung meminta dokter untuk melakukan visum.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Previous ArticleTeman Belajar Remaja Kota Kupang Gelar Malam Renungan AIDS
Next Article BPNB Bali Gelar Dialog Budaya NTT

Related Posts

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.