Bupati Manggarai, Deno Kamelus saat memberikan sambuatan saat acara peresmian Desa persiapan di Kecamatan Lelak. (Foto: Infokom Kabupaten Manggarai).
alterntif text

Ruteng, Vox NTT-Bupati Manggarai, Deno Kamelus meresmikan empat desa persiapan di Kecamatan Ruteng dan Lelak, Selasa (06/08/2019).

Peresmian dua desa persiapan di Kecamatan Lelak di antaranta Desa Redo pemekaran dari Desa Urang dan Desa Wae Nanga pemekaran dari Desa Bangka Lelak.

Acara peresmian desa persiapan tersebut dipusatkan di Desa Redo sekitar pukul 11.30 wita.

Sementara peresmian dua desa persiapan di Kecamatan Ruteng yakni Desa Persiapan Bangka Wela pemekaran dari Desa Golo Worok dan Desa Persiapan Bung pemekaran dari Desa Bulan, dilakukan sore pukul 16.00 wita yang dipusatkan di kampung  Wela.

Bupati Deno mengatakan, banyak aspek yang perlu diperhatikan sebelum desa persiapan tersebut benar-benar menjadi desa definitiv.

Hal itu kata Dia, terkait persiapan sarana dan prasarana, SDM, pembiayaan, tata kelola keuangan, serta data penting lainya juga akan diverifikasi lagi saat pengajuan pemekaran penuh.

”Keterlibatan masyarakat juga sangat diperlukan dalam membangun desa untuk kemajuan bersama, tidak hanya tugas kepala desa beserta perangkatnya,” ujar Bupati Deno.

Dijelaskan, pemekaran desa, selain karena tuntutan aspirasi masyarakat, juga bertujuan untuk meningkatkan efektifitas penyelenggaraan pemerintah desa.

Selain itu, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, seperti yang tertuang dalam peraturan Bupati No 61 tahun 2018 tentang pembentukan 22 desa persiapan dalam wilayah Kabupaten Manggarai.

“Saya minta para camat untuk secepatnya melantik penjabat desa. Setelah dilantik langsung bekerja. Dan tugas utama penjabat desa adalah bagaimana mempersiapkan desa persiapan menjadi desa penuh,” tegas Bupati Deno.

Lebih lanjut dijelaskan, program simantri yang sudah digulirkan sejak tiga tahun terakhir merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatakan perekonomian masyarakat.

Saat ini kata Deno, program simantri yang merambah hingga ke pelosok desa tersebut hasilnya cukup signifikan.

“Pengembangan tanaman horti dilakukan juga untuk merubah kebiasaan orang manggarai tentang bertani. Kalau selama ini orang Manggarai kebiasaanya hanya menanam kopi, padi, cengkeh dan piara ternak, maka harus ditambah lagi dengan budidaya hortikultura,” tutur Deno.

Sementara itu, Camat Ruteng, Paulus Pangkur memaparkan, jumlah penduduk Desa Golo Worok sebelum pemekaran sebanyak 1949 jiwa dan jumlah kk sebanyak 494, terdiri dari empat dusun 16 RT, 6 RW.

Sementara penerima ranstra di wilayah tersebut sebanyak 174 kk dan peneriman dana PKH sebanyak 164 kk.

Acara peresmian desa persiapan tersebut dihadiri oleh para pimpinan OPD, Camat Ruteng dan Lelak, para Kades, Sekdes dan perangkat desa serta masyarakat setempat.

Penulis: Pepy Kurniawan

Editor: Boni J