Seminar Nasional, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Thomas Aquinas, di Kupang, Rabu 18 September 2019 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
alterntif text

Kupang, Vox NTT –  Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Thomas Aquinas menggelar Koferensi Studi Nasional (KSN) di Kota Kupang, NTT.

Kegiatan itu berlangsung selama 5 hari terhitung sejak tanggal 17 sampai 21 September 2019.

Salah satu agenda studi  nasional PMKRI se-Indonesia itu diawali dengan seminar nasional.

Seminar yang dihadiri oleh ribuan peserta dari mahasiswa di Kota Kupang, organisasi kepemudaan, dan tokoh lintas agama itu berlangsung di Aula Mileenium Ballroom, Kota Kupang, Rabu (18/09/2019).

Seminar itu mengusung tema “Pembangunan Berkelanjutan dalam Memperkokoh Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”

Ketua Presidium PP PMKRI Juventus Prima Yoris Kago mengatakan, acara tersebut digelar sebagai respon PMKRI terhadap situasi nasional.

“Sebagai organisasi pergerakan, kami PMKRI menyadari bahwa perlu melakukan refleksi kritis untuk memberikan sumbangan gagasan demi kemajuan nusa dan bangsa,” Kata Juventus.

PMKRI dalam agenda nasional kata dia, menyoroti tiga persoalan yang menjadi konsen pergerakan dan refleksi kritis.

Ketiga itu yakni, persoalan HAM, ekologi, dan persatuan Indonesia.

Dari ketiga isu penting yang menjadi fokus pergerakan dan perjuangan PMKRI, ungkap Juventus, maka KSN kali ini berkosentrasi pada dua isu dan yang harus dipercahkan bersama yakni,  ekologi dan HAM.

“Kita lihat berbagai problem bangsa yang terjadi hari ini seperti, kebakaran hutan yang dari tahun ke tahun semakin tidak terkontrol, kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang belum diselesaikan secara serius, maka kami perlu mempertegasnya agar kita tidak menjadi bangsa pelupa,” jelas Mantan Ketua PMKRI Cabang Kupang itu.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada PMKRI yang telah mengambil Kota Kupang sebagai konsensus studi nasional PMKRI kali ini.

“Mewakili Pemerintah Provinsi NTT kami ucapkan selamat datang bagi seluruh delegasi PMKRI. Selamat datang di Kota Kupang, Kota Kasih dan Nusa Tinggi Toleransi,” ungkap Nae Soi.

Menurutnya, tema yang diangkat oleh PMKRI Pada KSN kali ini sangat tepat dengan situasi bangsa dan Negara.

Di tengah situasi bangsa saat ini tegas dia, PMKRI telah melakukan terobosan dengan melakukan refleksi kritis dengan berbagai kajian dari segala bidang keilmuannya.

“sebagai mahasiswa, ini (KSN) adalah hal baik, karena kita perlu memberikan respon gagasan untuk memajukan nusa dan bangsa,” tegas alumni PMKRI itu.

Di NTT lanjut dia, pemerintah sedang berupaya menekan angka kasus pelanggaran HAM dan persoalan lainnya yang juga sejalan dengan apa yang menjadi konsen pergerakan PMKRI.

“Pemerintah Provinsi NTT juga butuh pemikiran dan gagasan para pemuda untuk berkolaborasi tentunya untuk tujuan baik demi yang kita impikan yaki bonum commune,” tutup Nae Soi.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba