Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Sekolah Diminta Perhatikan Jajanan Siswa
KESEHATAN

Sekolah Diminta Perhatikan Jajanan Siswa

By Redaksi14 Oktober 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD TTS, Askenas G. Afi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, Vox NTT- Sekolah-sekolah yang ada di Kota SoE dan sekitarnya diminta untuk memperhatikan jajanan siswa.

Pasalnya, beberapa jenis jajanan berbahaya bagi kesehatan anak.

Permintaan itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Selatan (TTS) Askenas G. Afi saat diwawancarai VoxNtt.com di Kantor DPRD TTS, Senin (14/10/2019).

Menurut Sekretaris Fraksi Partai NasDem ini, dugaan keracunan bubur ayam yang dialami warga Kota SoE, Minggu (13/10/2019) lalu, paling banyak korbannya adalah anak usia sekolah.  Walau memang kejadiannya di luar jam sekolah.

“Nah, rentang kendali kontrolnya ada di sekolah dan di rumah juga. Namun, anak-anak biasanya jajan lebih banyak di sekolah. Oleh karena itu, sebagai orangtua juga, tentu kita minta pihak sekolah-sekolah memperhatikan pola jajanan anak saat berada di sekolah,” pinta Askenas.

Dia juga berharap agar pihak Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, melakukan pendataan dan imbauan langsung kepada penjual jajanan keliling agar memenuhi standar-standar kesehatan dalam penjualan.

“Minimal ada sidak dari Dinas Kesehatan TTS ke para penjual jajanan keliling, sehingga ada imbauan langsung kepada para penjual jajanan keliling,” tandasnya.

Selain itu juga sosialisasi kesehatan jajanan anak lanjutnya, perlu dilakukan oleh kerja sama Dinkes dan pihak sekolah.

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba

Dinkes TTS DPRD TTS Polres TTS TTS
Previous ArticleKIP Pusat: Informasi Publik Harus Terbuka
Next Article Seorang Pelajar di Kupang Tewas Gantung Diri

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.