Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»3 Tahun Berjalan Kaki, Anak Perbatasan Tetap Semangat ke Sekolah
Pendidikan NTT

3 Tahun Berjalan Kaki, Anak Perbatasan Tetap Semangat ke Sekolah

By Redaksi21 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anita, Lutfy dan Ana berpose dengan Ana Maria Koi (kuning), pegiat film Nusantara. (Foto: Frido/Vox NTTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Sudah tiga tahun pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 1 Malaka Timur, berjalan kaki demi menempuh pendidikan pada sekolah yang berada cukup jauh dari rumah mereka.

Tiga siswa yang ditemui VoxNtt.com, mengisahkan perjuangan mereka berjalan kaki setiap hari dari tempat tinggalnya di Desa Wemeda, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste.

Ketiganya adalah Anita, Lutfi dan Ana. Menurut mereka, di desa mereka belum ada SMP. Untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan lebih tinggi mereka harus keluar. SMPN 1 Malaka Timur menjadi pilihan utama, karena aksesnya relatif dekat ketimbang sekolah yang lain.

Jarak dari Wemeda ke SMPN 1 Malaka Timur di Boas (Ibukota) Kecamatan Malaka Timur sekitar 6 kilo meter.

Bagi anak seusia mereka yang berdomisili di perkotaan, jarak 6 km tentu terhitung sangat jauh bila ditempuh dengan berjalan kaki. Tidak bagi Anita, Lufi dan Ana. Jarak bukan penghalang bagi mereka. Sebaliknya motivasi dan cita-cita merubah hidup di masa depan mengalahkan jarak yang ditempuh setap hari.

“Kami su (sudah) tiga tahun jalan kaki ke sekolah. Kadang diantar bapak, tapi lebih banyak kami jalan kaki,” kata Anita.

Mereka bahkan mengaku menikmati setiap perjalanan dari rumah ke sekolah. “Asyik, karena kami jalan ramai-ramai. Banyak kenangan selama jalan kaki ke sekolah dan pulang dari sekolah,” ungkap mereka polos, dengan raut wajah bahagia.

Mereka pun yakin, pendidikan dapat merubah hidup mereka kelak. Hal itu memacu mereka untuk tidak malas berjalan kaki walau jauh. Apalagi, selama tiga tahun berjalan kaki mereka tidak mendapatkan gangguan di jalan.

“Selama ini di jalan tidak ada gangguan. Maka itu kami sangat nyaman dengan jalan kaki. Daripada numpang ojek, mending uangnya kami pakai jajan dan beli buku tambahan belajar,” ujar Lutfy penuh yakin.

Di akhir obrolan, ketiga pelajar ini menitipkan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Malaka agar membangun sekolah di wilayah mereka. “Kami berharap, pemerintah Malaka bisa membuka satu SMP di desa kami, sehingga adik-adik kami tidak lagi jalan kaki seperti kami,” kata Anita berharap.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi

Editor: Boni J

Boas Malaka Perbatasan RI-RDTL Tapal Batas
Previous ArticleKonflik di Perbatasan Matim dan Ngada, Pemerintah Diminta Bertanggung Jawab
Next Article Gotong Royong, Satgas Pamtas RI-RDTL Perbaiki Rumah Adat Alas Utara.

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.