Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Konflik di Perbatasan Matim dan Ngada, Pemerintah Diminta Bertanggung Jawab
HUKUM DAN KEAMANAN

Konflik di Perbatasan Matim dan Ngada, Pemerintah Diminta Bertanggung Jawab

By Redaksi21 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD NTT dari Partai PKB, Yohanes Rumat saat diwawancarai wartawan di ruang Komisi V DPRD NTT, Senin 26 Agustus 2019 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanes Rumat meminta pemerintah bertanggung jawab atas penyerangan antar warga di perbatasan wilayah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dan Ngada.

Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Matim dan Ngada, serta Provinsi NTT dapat bertanggung jawab secara hukum atas kasus yang terjadi saat ini.

“Andaikan diduga kejadian serang menyerang atau pembunuhan ini terjadi akibat sengketa perbatasan wilayah Kabupaten Manggarai Timur dan kabupaten Ngada,” kata Rumat kepada VoxNtt.com di Kupang, Senin (21/10/2019) siang.

Tetapi, lanjut dia, jika kasus pembunuhan dan penyerangan yang terjadi saat ini karena perebutan lahan pribadi, maka hal tersebut sifatnya sengketa perorangan.

“Oleh karena saya juga belum mendapatkan informasi penyebab pembunuhan yang sebenarnya,” tutur politisi PKB itu.

Anggota DPRD NTT dua periode itu menegaskan, jika benar sengketa perbatasan maka sebagai anggota dewan ia berharap para Bupati dan Gubernur harus dan wajib kembali kepada sejarah yang telah diatur para pendahulu.

“Mempertahankan pilar-pilar awal yang sudah disepakati oleh masyarakat, tokoh-tokoh kedua kabupaten, serta Gubernur pendahulu dan jangan lupa secara sosiologis para pendahulu sudah urun rembuk sangat bijaksana,” jelasnya.

“Jadi kalau akirnya ada para elit baru yang mengampangkan secara administrasi dan diatur dalam waktu yang sesingkat-singkatnya maka bisa saja indikasi pembunuhan yang terjadi saat ini diduga akibat dari cara yang cacat,” sambung Rumat.

Kalau sengketa ini berjalan terus tegas dia, maka kekeliruan ada di Kementerian Dalam Negeri yang membiarkan situasi masyarakat menjadi kacau.

“Demikian juga lemerintahan kabupaten dan Provinsi NTT seakan-akan mereka yang paling bertanggung jawab,” tegasnya.

Padahal kata dia, dalam ketentuan peraturan perundang-undangan setelah daerah otonomi baru dibentuk maka batas wilayah juga minimal 5 tahun. Setelah jadi daerah otonom maka batas wilayah juga harus sudah jelas.

“Sayang yang terjadi di Matim dan Ngada terkesan ada pembiaran oleh Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.

Sehingga sebagai anggota DPRD NTT, Rumat menganggap apa yang terjadi saat ini adalah cacat prosedur karena ketidaktegasan Kementerian Dalam Negeri untuk menghargai proses sejarah.

“Bukti fisik pilar yang sudah ada sebelumnya, surat-surat kesempakatan yang telah dibuat pendahulu,” tutup Rumat.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang Tapal Batas Tapal Batas Manggarai Timur-Ngada
Previous ArticleNasDem Manggarai Dinilai Tidak Konsisten
Next Article 3 Tahun Berjalan Kaki, Anak Perbatasan Tetap Semangat ke Sekolah

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Mantan Kadis DP3AKB Manggarai Timur Diperiksa Kejari Manggarai Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

22 Juni 2026

Kasus Dugaan Korupsi RSU Undana Kupang Naik ke Tahap Penyidikan

18 Juni 2026
Terkini

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.