Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tak Segarang Ucapannya, Gubernur NTT Dinilai Lembek dengan Penjual Manusia
HEADLINE

Tak Segarang Ucapannya, Gubernur NTT Dinilai Lembek dengan Penjual Manusia

By Redaksi25 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gabriel Goa, direktur PADMA Indonesia (Foto: Isitmewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Direktur Pelayanan untuk Advokasi dan Perdamaian Indonesia (PADMA Indonesia), Gabriel Goa, menilai Gubernur NTT, Viktor Laiskodat hanya garang kepada ASN tapi lembek kepada pelaku human trafficking.

Pernyataan ini disampaikan Gabriel menanggapi hukuman squat jump yang diberikan Gubernur Viktor kepada ASN di Biro Pemerintahan Pemprov NTT, Kamis (24/10/2019) di GOR Flobamora, Kota Kupang.

Kepada VoxNtt.com, Kamis (24/10), Gabriel menyebut, hukuman squat jump di hadapan ribuan undangan tersebut, dari sisi etika agak kurang bijak dilakukan. Apalagi, kata Gabriel hukuman itu hanya disebabkan oleh onarnya mikrofon.

“Kan hanya karena mikrofon. Kita orang NTT ini punya budaya menghargai. Apalagi para ASN itu bukan anak kecil dan itu juga acara resmi. Kalau dalam acara olahraga yah wajar saja”, jelas Gabriel, Kamis (24/10) malam.

Gabriel menambahkan, sebaiknya Gubernur NTT, garang terhadap pelaku human trafficking seperti yang ia janjikan berapi-api sesaat sesudah dilantik setahun lalu.

“Pak Gubernur harus konsisten dengan ucapan yang bilang mau patahkan kaki pelaku human trafiking. NTT itu darurat human trafficking”, imbuh Gabriel.

http://fuq.zqc.mybluehost.me/2018/10/22/dari-patahkan-kaki-mafia-hingga-ancaman-tendang-kepala-kadis-nakertrans/35698/

Apalagi, demikian Gabriel, Gubernur NTT tidak hadir dalam acara Rakornas Gugus  Tugas Pencegahan dan Penanganan human trafficking di NTT beberapa waktu lalu.

“Lebih baik dia bangun kerja sama dengan seluruh Kades dan kepala daerah untuk berantas pelaku human trafficking dan berantas korupsi”, pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala dan staf pada biro Pemerintahan Setda NTT harus menanggung malu lantaran hukuman squat jump sebanyak 10 kali yang diberikan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

Betapa tidak, hukuman itu disaksikan ribuan hadirin yang memadati GOR Flobamora Kota Kupang, Kamis (24/10/2019).

Amarah Viktor mencuat gegara mikrofon yang digunakan dalam pertemuan akbar bersama ribuan kades/lurah, camat dan para bupati itu, tidak berfungsi dengan baik.

Kurang lebih 2300-an Kepala Desa dari seluruh NTT, SKPD, dan para Kepala Daerah ikut menyaksikan hukuman tersebut sembari tertawa riuh.

Sebagian undangan juga tampak tepuk tangan saat menyaksikan para bawahan Gubernur NTT itu melakukan squat jump.

Pantauan VoxNtt.com, hukuman itu diperintah Gubernur NTT,  usai Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Doris Rihi memberikan laporan kepanitiaan di atas mimbar.

Dalam sambutannya Viktor menjelaskan bahwa hukuman bukan karena benci tetapi untuk latihan. Menurutnya, kerja itu pasti ada kesalahan, tidak ada yang sempurna.

“Sedikit masalah itu biasa, tidak ada orang yang sempurna, tetapi kalau tidak sempurna itu harus dihukum, supaya besok bisa sempurna,” jelas Viktor.

“Hidup ini butuh proses, belajarlah dari proses menuju kesempurnaan,” sambung Viktor. (VoN).

Kota Kupang Viktor Laiskodat
Previous ArticleKaka Slank Bakal Hadir di Festival Fulan Fehan
Next Article Mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng Jadi Terduga Pembuangan Bayi

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.