Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Makna Tarian Likurai di Hari Pahlawan
Seni dan Budaya

Makna Tarian Likurai di Hari Pahlawan

By Redaksi10 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sanggra Tari Itakanrai Kupang, saat mementaskan tarian Likurai khas Malaka, dalam acara Malam Minggu Kebangsaan Menjelang Hari Pahlawan 10 November 2019, di Taman Nostalgia Kupang, Sabtu (09/11/2019) (Foto: Jho Kapitan)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Likurai adalah tarian khas asal Malaka. Dalam sejarahnya, tarian ini dipentaskan saat menjemput para pahlawan perang yang telah memenangkan sebuah pertempuran.

Maknanya adalah sebuah ungkapan atau luapan kegembiraan para wanita yang menjemput pahlawan mereka, yang dengan gagah berani bertempur di medan perang.

Tarian Likurai ini sudah menjadi tariam khas Malaka yang di zaman modern ini.  Biasanya ia dipentaskan saat-saat upacara kemenangan, syukuran kebahagiaan dan acara-acara terhormat lainnya.

Saat ini, tarian Likurai terus dikembangkan dan dilestarikan kelompok pencinta budaya. Salah satunya, komunitas Sanggar Tari Ikatan Mahasiswa Kanokar Liurai Malaka (Itakanrai) Kupang.

Bertepatan dengan hari pahlawan, 10 November 2019, Itakanrai Kupang mementaskan tarian Likurai. Pementasan berlangsung dalam acara ‘Malam Minggu Kebangsaan Mengenang Hari Pahlawan’ di Taman Nostalgia Kupang, Sabtu (09/11/2019) malam.

Acara ‘Malam Minggu Kebangsaan Mengenang Hari Pahlawan 10 November 2019’ ini dimotori oleh Gerakan Pemuda Penjaga Kesatuan Bangsa.

Ketua umum Itakanrai Kupang Jho Kapitan mengaku, komunitasnya tampil dengan tarian Likurai saat acara itu. Pementasan tarian Likurai, kata dia, sekaligus merefleksikan kembali sejarah panjang yang terjadi pada 10 November 1945.

Jho menjelaskan, tarian Likurai pada hakekatnya adalah tarian kemenangan. Pada zaman dahulu, leluhur Malaka menari Likurai untuk menyambut para pahlawan perang.

“Untuk itu, bertepatan dengan 10 November sebagai Hari Pahlawan ini, kami dari Sanggar Tari Itakanrai Kupang, ikut mengenang dan menghormati para pahlawan perang Indonesia,” kata Masiswaha Undana asal Babotin ini kepada VoxNtt.com, Sabtu malam.

Sementara itu, Pelatih Sanggar Tari Itakanrai Kupang Natalia Seran mengungkapkan eksistensi komunitas itu adalah bentuk pelestarian budaya khas Malaka.

“Lewat Tarian Likurai ini kami hadir untuk menjaga dan merawat bangsa yang sudah didirikan oleh para pejuang terdahulu. Selain itu yang paling penting adalah mempromosikan budaya lokal khas Malaka,” ungkap Natalia saat dihubungi melalui pesan WhatsApp-nya.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Itakanrai Kupang Likurai
Previous ArticleDerita Tumor Mata, Keluarga Rifky Butuh Bantuan
Next Article Wadah Foundation Gelar Diskusi UKM

Related Posts

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026

Festival FEAST di Labuan Bajo Tampilkan Olahan Songkol dan Tapa Kolo

5 Mei 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.