Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Wadah Foundation Gelar Diskusi UKM
Ekbis

Wadah Foundation Gelar Diskusi UKM

By Redaksi10 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rikardus Yunatan saat memberikan materi kepada peserta
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Wadah Foundation, sebuah lembaga sosial masyarakat yang bergerak dalam dunia usaha kecil menengah menggelar diskusi tentang usaha kecil menengah di pusat UKM Kupang, Sabtu (09/11/2019).

Diskusi ini menghadirkan pemateri Anggota DPRD Kota Kupang, Rikardus Yunatan.

Pengurus Wadah Foundation Rita Wadu kepada VoxNtt.com menjelaskan, kegiatan itu digelar karena banyak anggota yang tergabung adalah pegiat usaha kecil.

“Mereka perlu diberi latihan soal perencanaan usaha, manajemen yang matang juga cara menjaga kepercaan,” jelas Rita.

Menurutnya, perwakilan dari Wadah Foundation yang hadir akan membagi ilmu hasil diskusi kepada semua anggotanya kemudian.

Bukan hanya untung, tetapi membuka lapangan pekerjaan.

Sementara Yunatan dalam materinya menjelaskan, banyak pegiat usaha kecil mengeluh soal modal dan juga tidak memiliki manajemen bisnis yang bagus.

“Banyak pedagang mengeluh. Orang Bugis dan China saja yang sukses jadi pedagang. Mereka saja yang darah pedagang. Kami cari uang susah. Itu hanya menyampaikan ketidakmampuan kita,” ujar DPRD Partai Gerindera itu.

Yunatan menuturkan, yang menjadi soal adalah bukan seberapa tinggi jatuh dalam menggeluti usaha mikro. Tetapi seberapa tinggi kita berjuang.

“Habiskan semua jarah gagal di masa muda. Kalau mau usaha sukses, harus bisa bedakan uang kasir dan kasur. Usaha mikro tidak mengandalkan gelar. Selain manajemen yang bagus juga mengandalkan kekuatan ekonomi rumah tangga,” jelasnya.

Menurutnya, jika masyarakat ingin ekonominya baik, maka harus berjuang bersama untuk kemajuan Kota Kupang. Harus juga memiliki sifat dasar kejujuran dan menjaga kepercayaan juga membuka dialog.

“Saya perhatikan berdasarkan data banyak koperasi di Kota Kupang adalah koperasi simpan pinjam bukan koperasi produksi,” jelasnya.

Oleh karena sedikitnya koperasi produksi, jelas Yunatan, banyak masyarakat selain tidak memiliki modal berusaha juga tidak mempunyai jaringan antar pengusaha untuk bersatu dalam urusan modal usaha.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang
Previous ArticleMakna Tarian Likurai di Hari Pahlawan
Next Article Diskopnakertrans NTT Gelar Bimtek Aplikasi SI-DONAL

Related Posts

Warga Penfui Timur Geger Temukan Mayat Bayi Membusuk

29 Mei 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.