Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kasus Pencabulan di Ende Masih Tinggi, Jhon Ire: Kita Prihatin
HUKUM DAN KEAMANAN

Kasus Pencabulan di Ende Masih Tinggi, Jhon Ire: Kita Prihatin

By Redaksi14 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pemerhati anak Kabupaten Ende Jhon Ire mengaku prihatin terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak di kabupaten itu.

Belakangan, kasus pencabulan dan pemerkosaan yang berturut-turut terjadi, kata Jhon, perlu diperhatikan serius oleh negara maupun stakeholder.

“Kita prihatin dengan masih terus terjadi kasus kekerasan seksual terhadap anak. Untuk itu, hal inilah yang harus terus kita dorong dan memastikan negara hadir untuk anak-anak ini,” katanya ketika dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat, Selasa (12/11/2019) sore.

Ia menegaskan, terhadap pelaku mesti dipastikan memberi ganjaran sesuai hukum yang berlaku. Kemudian, terhadap para korban khususnya anak perlu pendampingan dan pemulihan secara berkala.

Sebab menurutnya, anak sebagai generasi bangsa memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan baik dari keluarga, masyarakat maupun pemerintah.

Bukan sebaliknya, anak-anak menjadi korban kekerasan yang justru merugikan generasi-generasi bangsa.

“Namun kita juga harus bisa melihatnya dari dua hal, yang pertama, kasusnya memang masih terus ada dan yang kedua penting juga dilihat bahwa memang semakin banyak yang berani melaporkan. Untuk itu, semoga kita semua semakin peduli pada anak,” jelas Jhon.

Sebelumnya, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Ende Herry Santoso menyebutkan bahwa lebih dari 70 kasus pencabulan dan pemerkosaan yang ditangani pihaknya sepanjang tahun 2019 ini.

Kedua kasus ini masih dominan dibandingkan dengan kasus pidana umum lainnya. Kemudian lebih melibatkan anak usia dibawah umur dan orang dewasa.

“Banyak yang mengatakan karena tidak bisa kontrol diri. Kemudian didorong karena keingingan yang besar,” ungkap Herry kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa pagi.

Untuk menekan itu, pihaknya akan mencari formula lain untuk mencari tahu motif penyebab kasus tersebut.

Harry menyatakan, peran psikiater untuk memeriksa psikologi pelaku sangat diperlukan agar mengetahui alasan mendasar perbuatannya.

Kemudian, pihaknya mendorong Lembaga Pemasyarakatan untuk bekerja sama dengan tokoh agama guna memberi atau membina mental yang mendalam.

“Ke depan rencana kita melibatkan psikiater dalam proses penyidikan. Kira-kira untuk kita ketahui apa niat pelaku sebenarnya. Jadi untuk lebih detail begitu,” ungkap Herry.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleBupati Manggarai Sambut Uskup Baru dengan Sukacita
Next Article Fraksi Gerindra DPRD Malaka Nilai Defisit Anggaran Lampaui Batas Persentase

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
Terkini

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.