Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Bupati Malaka Minta Polisi Cegah Korupsi
HUKUM DAN KEAMANAN

Bupati Malaka Minta Polisi Cegah Korupsi

By Redaksi10 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Malaka bersama istri saat pose dengan Kapolres Malaka perdana Malaka AKBP Albertus Neno didampingi istrinya, Kamis (09/01/2020) (Foto: Dinas Kominfo Malaka)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Bupati Malaka Stefanus Bria Seran meminta Polisi untuk memberikan pengawasan penuh agar mencegah terjadinya korupsi di daerah itu.

Permintaan itu disampaikan Bupati Stefanus dalam sambutannya pada acara penerimaan Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno dan jajarannya di Pantai Motadikin, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kamis (09/01/2020).

Ia menilai, jika pihak Polres Malaka dapat melakukan pengawasan yang ketat, maka bisa meminimalisasi terjadinya kasus korupsi di kabupaten itu.

“Tolong untuk Polres Malaka dan jajarannya, untuk upayakan pencegahan korupsi agar jangan sampai terjadi korupsi di Malaka,” ungkap Bupati Malaka perdana ini.

Bupati pencetus program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) ini di hadapan Kapolres Albertus menyatakan, pihaknya berupaya membangun mitra yang baik dengan Polisi agar mencegah terjadinya kasus korupsi.

“Tidak ada tempat bagi yang makan uang rakyat,” tegas Bupati Stefanus.

Sebelumnya, Bupati Stefanus berpesan kepada para pejabat di Kabupaten Malaka agar menghindari tindak pidana korupsi di lingkungan kerja masing-masing.

“Tidak ada tempat untuk koruptor di Malaka. Terutama para kepala desa atau penjabat desa. Kepala desa dilarang jadi bendahara desa juga. Kita sudah ada Polres. Siapa yang ketahuan korupsi, saya sendiri yang antarkan dia ke Polisi,” tegasnya saat melantik para pejabat struktural, kepala sekolah dan penjabat kepala desa di Pantai Wisata Motadikin, Minggu (22/12/2019) lalu.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka Pantai Motadikin Polres Malaka Stefanus Bria Seran
Previous ArticleMenimbang Dendam di Awal Tahun
Next Article Dua Pegawai Puskesmas Nangalili Tersengat Arus Listrik

Related Posts

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026

Kejari Mabar Geledah Kantor KPU Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp28 Miliar

8 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.