Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kasus Menurun Selama Empat Minggu, Bupati Sikka Cabut Status KLB DBD
KESEHATAN

Kasus Menurun Selama Empat Minggu, Bupati Sikka Cabut Status KLB DBD

By Redaksi19 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penderita DBD dirawat di IGD RSUD dr.T.C. Hillers Maumere (Foto: John da Gomez)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Bupati Sikka, Robi Idong secara resmi mencabut Status KLB DBD. Pencabutan resmi dilakukan melalui Surat Pernyataan Pencabutan KLB DBD di Kabupaten Sikka Nomor: Dinkes P2P/363/III/2020 tertanggal 17 Maret 2020.

Dalam surat tersebut, Bupati menyatakan terjadi trend penurunan selama 4 minggu berturut-turut.

“Puncak peningkatan kasus terjadi pada Februari 2020 yaitu 719 dan menunjukkan trend penurunan selama 4 minggu berturut-turut,” tulis Robi Idong.

Disebutkan penurunan mulai terjadi pada minggu ke-7 dengan 190 kasus, selanjutnya pada minggu ke- 8 sebanyak 184 kasus.

Selanjutnya pada minggu ke-9 sebanyak 176 kasus turun menjadi 154 kasus pada minggu ke-10 dan pada minggu ke-11 jumlah kasus turun menjadi 125 kasus.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, sejak Senin (16/3/2020) sampai dengan Rabu (18/3/2020) terdapat tambahan 14 kasus baru.

Pada Senin (16/3/2020) akumulasi kasus sebanyak 1.335. Jumlah yang dirawat sebanyak 102 orang dan jumlah yang sembuh sebanyak 1.231.

Pada Selasa (17/3/2020) akumulasi kasus sebanyak 1374 dengan 14 kematian. Jumlah yang dirawat 70 orang sedangkan yang berhasil disembuhkan sebanyak 1.313.

Sementara itu, pada Rabu (18/3/2020) akumulasi kasus sebanyak 1.396 dengan 14 kematian. Jumlah yang dirawat sebanyak 90 dan yang berhasil sembuh sebanyak 1.292. Terjadi penambahan kasus sebanyak 3 kasus.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

DBD DBD Sikka Sikka
Previous ArticleWarga Alas Selatan Malaka Keluhkan Masalah Air Bersih dan Banjir
Next Article Gelar Kampanye Publik, PN Kefamenanu Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Zona Integritas

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.