Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»DPMD Sikka Segera Lanjutkan Kasus Pencurian Dana Desa Nenbura ke Inspektorat
HUKUM DAN KEAMANAN

DPMD Sikka Segera Lanjutkan Kasus Pencurian Dana Desa Nenbura ke Inspektorat

By Redaksi28 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sikka, Fitrianita Kristiani (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sikka akan melanjutkan kasus pencurian Dana Desa Nenbura ke Inspektorat.

Pasalnya, sampai dengan lewat batas waktu pengembalian yang disepakati, Pemdes Nenbura belum mengembalikan uang sebesar Rp 84.242.328 yang dicuri dari rumah Bendahara pada pertengahan Februari 2020 lalu.

“Ibu sudah minta Kades buat pertemuan dengan perangkat dan BPD untuk buat pernyataan dan dikirim ke Kabupaten. Selanjutnya kami telaah dan tindak lanjutnya ke APIP, ” terang Kadis PMD Sikka kepada VoxNtt.com melalui WhatsApp, Senin (27/04/2020).

Sebelumnya dalam rapat Pansus I LKPJ Bupati Sikka tahun 2019 pada Senin (20/04/2020) lalu bersama Komisi A DPRD Sikka, Fitri mengatakan telah melakukan pembinaan terkait aspek administrasi.

“Uang hilang di rumah bendahara. Tetapi sesuai Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 dan Perbup Nomor 1 Tahun 2020 penanggung jawab pengelolaan keuangan desa adalah kepala desa, artinya yang berpotensi masuk penjara adalah kepala desa,” ujar Fitri kala itu menjawab pertanyaan anggota DPRD Sikka, Bernadus Kardiman.

Terkait pengembalian uang ada kesepakatan kepala desa dan aparat untuk bersama-sama menyumbang dana. Akan tetapi, belakangan kesepakatan tidak terlaksana.

Perlu diketahui, uang yang hilang dicuri tersebut merupakan bagian dari dana tahap 3 yang dicairkan Pemdes Nenbura dari rekening desa sejak Desember 2019 lalu, disimpan di rekening titipan. Selanjutnya pada 21 Januari 2020 dicairkan sebesar Rp 145.352.479 untuk 7 item kegiatan.

Jumlah dana yang hilang tersebut untuk membiayai 4 komponen yakni PMT Bayi Balita, PMT Ibu Hamil, Honor Pemateri dan transportasi peserta serta pajak.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Desa Nenbura Sikka
Previous ArticleDosen Fakultas Peternakan Undana Bagi Sembako untuk Mahasiswa
Next Article Anggotanya Diduga Keroyok Warga, Ini Tanggapan Kapolres TTU

Related Posts

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.