Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Petugas Medis di Puskesmas Wae Nakeng Dipukul, PPNI Mabar Kecam Perbuatan Pelaku
HUKUM DAN KEAMANAN

Petugas Medis di Puskesmas Wae Nakeng Dipukul, PPNI Mabar Kecam Perbuatan Pelaku

By Redaksi14 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi pemukulan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Manggarai Barat (DPD PPNI Mabar) mengecam keras tindakan N terduga pelaku pemukulan HJ seorang petugas medis di UPTD Puskesmas Wae Nakeng, Rabu (13/04/2020).

Dalam rilis yang didapat VoxNtt.com yang ditandatangani Ketua DPD PPNI Mabar Kelana dan Sekretaris Emilianus Mulyono, PPNI Mabar menyebut tindakan kekerasan di tempat kerja adalah perilaku semena-mena yang persisten, ofensif, melecehkan, mengintimidasi, menghina atau tindakan yang tidak adil yang ditujukan kepada individu lain. Sehingga menyebabkan penerimanya merasa terancam, dilecehkan, dihina atau rentan.

“Organisasi profesi, dalam hal ini Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Fasilitas Kesehatan harus bekerja sama dan bisa memastikan lingkungan kerja yang aman dan terbebas dari diskriminasi, kekerasan dan tindakan pelecehan,” ungkap DPD PPNI Mabar dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Kamis (14/05/2020).

DPD PPNI Mabar menjelaskan, lingkungan kerja yang aman sangat mendukung untuk memberikan pelayanan kesehatan yang memadai, terpenuhinya kebutuhan bio-psiko-sosio dan spiritual pengguna layanan. Sebab pemberi layanan bekerja dalam kondisi psikis, emosi dan fisik yang stabil.

Karena itu, menyikapi tindakan pemukulan oleh N kepada HJ, DPD PPNI Mabar kembali mengecam keras.

DPD PPNI Mabar juga mendukung untuk dilakukannya upaya penegakan hukum terhadap pelaku tindak kekerasan dan siap mengkawal kasus ini sampai dengan tuntas.

DPD PPNI Mabar mengimbau kepada Pemerintah Daerah Manggarai Barat untuk menjamin rasa aman kepada seluruh tenaga kesehatan agar terbebas dari perilaku ofensif, diskriminasi, dan pelecehan dalam menjalankan tugas pelayanannya.

DPD PPNI Mabar juga mengimbau kepada seluruh perawat yang bekerja di wilayah Kabupaten Manggarai Barat untuk bekerja secara maksimal dengan mengedepankan nilai-nilai profesionalitas, keilmuan dan penerapan prinsip-prinsip etika pelayanan.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

polsek lembor Puskesmas Wae Nakeng
Previous ArticlePolsek Lembor Masih Dalami Kasus Pemukulan Petugas Puskesmas Wae Nakeng
Next Article Pasien Positif Covid-19 Diisolasi di RSUD Komodo dan RS Siloam

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.