Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Masuk Zona Hijau dan Kuning, 8 Kabupaten/Kota di NTT Diperbolehkan Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan NTT

Masuk Zona Hijau dan Kuning, 8 Kabupaten/Kota di NTT Diperbolehkan Gelar Pembelajaran Tatap Muka

By Redaksi9 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Investing.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Sejak akhir Maret 2020 lalu, aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah di NTT dihentikan. Proses pembelajaran dilakukan dengan metode jarak jauh.

Demikian juga sejak tahun ajaran baru dimulai, aktivitas pembelajaran di NTT menerapkan sistem dalam jaringan (daring) dan luar ruangan (luring).

Akan tetapi, kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan bisa mengembalikan suasana pembelajaran seperti sebelum pandemi.

Melalui konferensi pers daring pada Jumat (07/08/2020) lalu, Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim telah memperbolehkan sekolah-sekolah di zona kuning dan hijau untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Baca Juga: Guru di Tengah Badai Pandemi

Berdasarkan data situs www.covid19.go.id sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com terdapat 276 kabupaten/kota yang masuk zona hijau dan kuning. Dari jumlah tersebut 8 di antaranya merupakan kabupaten/kota di NTT.

Berikut 8 kabupaten/kota di NTT yang masuk zona kuning dan hijau yakni

Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Lembata, Kota Kupang, Flores Timur, Timor Tengah Utara, Sumba Timur dan Kupang.

“Untuk zona hijau dan kuning diperbolehkan, tetapi tentu dengan protokol-protokol yang ada,” ungkap Nadiem.

Ada beberapa alasan di antaranya kesulitan guru melaksanakan pembelajaran jarak jauh khusus di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Nadiem berasalan 88 persen daerah 3T masuk dalam zona hijau dan kuning.

Meski demikian, kewenangan membuka sekolah dikembalikan kepada masing-masing Pemerintah Daerah.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Sikka
Previous ArticleJalan Rusak dari SoE ke Kapan Mulai Diperbaiki
Next Article 20 Agustus KM Lambelu Kembali Masuk Maumere

Related Posts

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

SDN Cipedak 01 dan SMP IL Kapten Fatubaa Wakili Indonesia di Ajang AIA Healthiest Schools Asia Pasifik 2026

2 Juni 2026

“Dari Benih ke Pohon”, SMK Negeri 3 Komodo Terus Tumbuh di Usia yang ke-6 Tahun

21 Mei 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.