Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Dana Desa Dicuri di Toko, Kades Wolodhesa ‘Bersandar’ ke Kapolres Sikka
HUKUM DAN KEAMANAN

Dana Desa Dicuri di Toko, Kades Wolodhesa ‘Bersandar’ ke Kapolres Sikka

By Redaksi14 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kades Wolodhesa, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Arnoldus Ndolu (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Naas bagi Pemerintah Desa dan warga Desa Wolodhesa, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka. Dana Desa sebesar Rp 160.942.500 yang baru dicairkan dicuri di Toko Rejeki Maumere, Jumat (07/08/2020) lalu.

Kades Wolodhesa Arnoldus Ndolu mengaku menyandarkan nasibnya ke Kapolres Sikka.

“Saya hanya berharap Bapak Kapolres Sikka dan jajarannya bisa mengungkap pelaku,” tegasnya.

Dana Desa yang baru dicairkan itu untuk 3 pos kegiatan yakni dana pencegahan dan penanganan Covid-19, tunjangan BPD, dan dana BLT tahap III.

Arnoldus mengaku terkejut saat dihubungi Theresia yang melaporkan kejadian tersebut sambil menangis.

“Setelah dengar saya langsung lapor Camat lalu kami sama-sama ke Polres untuk dampingi ibu bendahara buat laporan polisi,” terangnya.

Ia membantah ada tudingan bahwa kasus pencurian tersebut hanya modus atau sandiwara untuk mengambil Dana Desa.

“Saya yakin saya punya perangkat desa tidak seperti itu. Saya cukup kenal mereka,” tandasnya.

Pada Minggu (09/08/2020), pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perangkat desa, BPD dan tokoh masyarakat.

Kata dia, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sikka serta Inspektorat Kabupaten Sikka.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sikka Kanisius Deti mengatakan pihaknya sedang bekerja mengungkap kasus ini.

“Pak Kapolres ingin kasus ini bisa diungkap karena ini uang rakyat apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19,” ungkapnya di pelataran Polres Sikka, Kamis (13/08/2020).

Diduga Dibuntuti

Usai mencairkan uang di Kantor Cabang Utama BRI Maumere, Theresia yang didampingi rekannya, Viktorianus Riwu singgah di Toko Rejeki.

Kala itu, uang yang disimpan di dalam tas dititipkan oleh Bendahara, Theresia Pio di tempat penitipan barang sebelum berbelanja.

Theresia lantas berbelanja kebutuhan anaknya. Sementara Viktorianus mohon izin pergi makan.

Saat hendak mengambil uang setelah berbelanja, Theresia baru menyadari tas miliknya telah hilang dicuri.

Selain Dana Desa, di dalam tas tersebut juga terdapat uang pribadi milik Theresia. Total uang yang hilang adalah sebesar Rp 161.342.000.

Belakangan, pada Selasa (11/08/2020) tas tersebut dilaporkan ditemukan di pinggir jalan di daerah Jalan Brai.

Diduga tas berisi uang tersebut diambil oleh dua orang. Berdasarkan rekaman CCTV salah satu dari terduga pelaku berhasil mengecoh penjaga semetara yang lain mengambil tas. Mereka telah mengikuti korban dari BRI Maumere.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Sikka
Previous ArticleBantah Pungut 900 Ribu, Begini Penjelasan PN Maumere
Next Article Sempat Ditunda, Bantuan 300 Unit Rumah untuk 3 Desa di TTU Akhirnya Dilanjutkan

Related Posts

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.