Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Turun ke Jalan Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Kupang: Bubarkan DPR Goblok!
HEADLINE

Turun ke Jalan Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Kupang: Bubarkan DPR Goblok!

By Redaksi9 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Forum untuk HAM dan Demokrasi menggelar aksi demontrasi di depan kantor DPRD NTT, Kamis (08/10/2020).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Forum untuk HAM dan Demokrasi menggelar aksi demontrasi di depan kantor DPRD NTT, Kamis (08/10/2020).

Aksi dalam rangka menolak UU Omnibus Law/Cipta Kerja itu, berlangsung di depan Kantor DPRD NTT, Jalan El Tari Kecamatan Oebobo Kota Kupang, NTT.

Massa aksi menuntut pemerintah dan DPR untuk mencabut dan menggagalkan UU Omnibus Law yang telah disahkan dalam sidang paripurna DPR.

Dalam pernyataan sikap yang diterima VoxNtt. Com, mereka menyebut DPR dan Pemerintah tidak mau mendengarkan aspirasi rakyat dan secara diam-diam mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di tengah situasi pandemi covid-19.

“Bubarkan DPR Goblok,” tulis mereka dalam pernyataan sikap yang diterima VoxNtt.com

Menurut mereka, sikap Pemerintah dan DPR yang ngotot meloloskan UU kontroversial tersebut membuktikan Pemerintah dan DPR hamba pemodal dan tidak peka terhadap kaum buruh, petani, nelayan, masyarakat adat dan rakyat kecil.

Atas dasar itu, Forum untuk HAM dan Demokrasi menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, massa aksi mendesak untuk membatalkan Omnibus Law Cipta Kerja

Kedua, tolak kapitalisasi pendidikan (biaya pendidikan mahal)

Ketiga, massa aksi mendesak untuk menghentikan perampasan tanah rakyat dan menjalankan Reform Agraria Sejati.

Keempat, tolak Otsus jilid 2 dan tarik TNI Polri dari West Papua.

Kelima, massa aksi menolak Pilkada serentak di tengah pandemi

Keenam, mendesak untuk segera mensahkan RUU PKS dan RUU PRT

Ketujuh, massa aksi mendesak untuk menghentikan PHK buruh di masa pandemi Covid-19.

Kedelapan, mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan persoalan warga eks TIM-TIM.

Kesembilan, mendesak untuk membebaskan tahanan yang menolak Omnibus Law

Kesepuluh, mendesak Pembrov NTT untuk segera mengembalikan tanah hak ulayat masyarakat adat Pubabu-Besipae

Kesebelas, cabut UU Minerba yang merugikan rakyat tertindas.

Keduabelas, massa aksi mendesak untuk membubarkan DPR jika terus melahirkan produk hukum yang tidak pro rakyat

Penulis : Tarsi Salmon

Editor : Irvan K

Kota Kupang Omnibus Law Ciptaker
Previous ArticleSebagai Bentuk Terima Kasih, Warga di Perbatasan RI-RDTL Siap Menangkan Sahabat
Next Article Langgar Protokol Kesehatan, Bawaslu Manggarai Beri Peringatan untuk Paket Hery-Heri

Related Posts

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.