Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kasus Dugaan Bagi-bagi Tanah, Kejati NTT Tetapkan Mantan Wali Kota Kupang Jadi Tersangka
HUKUM DAN KEAMANAN

Kasus Dugaan Bagi-bagi Tanah, Kejati NTT Tetapkan Mantan Wali Kota Kupang Jadi Tersangka

By Redaksi22 Oktober 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Kejaksaan Tinggi, Nusa Tenggara Timur, Yulianto (tengah) saat memberikan keterangan pers di Kantor Kejati NTT, Kamis, 22 Oktober 2020 (Foto: Vox NTT/Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menetapkan mantan Wali Kota Kupang, JS menjadi tersangka.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur Yulianto mengatakan, JS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penguasaan aset negara di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Tidak hanya JS, Kejati NTT juga menetapkan TM sebagai tersangka dalam kasus dugaan tersebut.

“Hari ini kami menetapkan saudara JS dan saudara TM menjadi tersangka,” ungkap Yulianto kepada wartawan di kantor Kejati NTT, Kamis (22/10/2020).

Atas penetapan tersangka tersebut tegas dia, penyidik juga telah mengusulkan untuk dilakukan penahanan.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Kupang dan 105 Orang Diperiksa Jaksa

“Dan kami sepakat untuk dilakukan penahanan,” tegasnya.

Ia menegaskan, dalam kasus dugaan korupsi tersebut berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara oleh ahli dari BPKP Perwakilan NTT, negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp66.643.013.677,42.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kejati NTT Kota Kupang
Previous ArticlePolres TTU Bekuk Terduga Penyebab Kematian Warga Biboki Anleu
Next Article Pemerintah Tanggung Airport Tax di Bandara Komodo

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.