Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Julie Laiskodat Ajak Masyarakat Gunakan Aplikasi Tik-Tok yang Berbasis Budaya
Seni dan Budaya

Julie Laiskodat Ajak Masyarakat Gunakan Aplikasi Tik-Tok yang Berbasis Budaya

By Redaksi26 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat sedang menyosialisasikan Empat (4) Pilar MPR RI di SMA Negeri 1 Ende (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Anggota DPR RI Komisi IV Julie Sutrisno Laiskodat mengingatkan masyarakat dan para generasi bangsa dalam pemanfaatan aplikasi media sosial, termasuk aplikasi tik-tok yang menjadi tren saat ini.

Menurutnya, aplikasi sosial sangat penting di era seperti saat ini jika digunakan sebaik-baiknya.

Julie mengingatkan masyarakat bahwa bangsa Indonesia ialah bangsa yang berbudaya. Bangsa yang beraneka ragam kekhasan daerah masing-masing, tidak terkecuali di NTT dan Kabupaten Ende khususnya.

“Sekarang ada aplikasi apa, apa tuh yang goyang-goyang. Tik-tok ya, nah manfaatkan itu yang berbudaya. Goyang-goyang pakai pakaian adat kita, lalu tulis caption-nya,” kata Julie disambut tepuk tangan peserta saat Sosialisasi 4 (empat) Pilar MPR RI di Batara SMA Negeri 1 Ende, Kamis (26/11/2020).

Ia menyatakan menggunakan aplikasi sosial yang berbasis budaya ialah salah satu bentuk penerapan pilar kebangsaan tentang Bhineka Tunggal Ika.

Di hadapan para guru dan aktivis sosial, Julie berharap agar dapat memberikan edukasi terhadap anak-anak atau generasi bangsa sesuai kondisi perkembangan teknologi saat ini.

“Kita jangan ikut budaya orang, tapi ikut budaya kita. Kita promosikan budaya yang kita miliki, oke,” tutur Julie.

Ia menyatakan, tugas para guru dan aktivis sosial agar terus memberi motivasi dan contoh kepada anak-anak dalam penerapannya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Pilar-pilar kebangsaan itu ialah dasar yang terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.

“Di sini Bung Karno pernah memikirkan butir-butir Pancasila dan kita di sini harus memberikan contoh, oke. Apa contohnya, ya seperti menggunakan aplikasi tik-tok tadi, iya kan,” katanya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Julie Laiskodat
Previous ArticlePemda Ende akan Pinjam Rp150 Miliar ke Bank NTT, Satgas Golkar: Jangan Jadi Pedagang Uang
Next Article Sebelum Bedah Rumah, Nenek Ruth Bermimpi Digandeng Dua Bidadari Cantik

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.