Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Mobil Tidak Bisa Lewati Sungai Wae Musur, Warga Nanga Lanang Terpaksa Menggotong Mayat
HEADLINE

Mobil Tidak Bisa Lewati Sungai Wae Musur, Warga Nanga Lanang Terpaksa Menggotong Mayat

By Redaksi7 Januari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga sedang melintasi sungai Wae Musur sambil menggotong jenazah Rikardus
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pil pahit terpaksa ditelan keluarga almarhum Rikardus Gama. Mereka terpaksa menggotong jenazah Rikardus menuju kampung halamannya di Nanga Lanang, Desa Bea Ngencung, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Mereka bertarung sambil membawa jasad yang tampak kaku di tengah arus sungai Wae Musur. 

Sungai yang membelah wilayah itu dan mengalir menuju Laut Sawu, pantai selatan Manggarai memang telah lama belum ada jembatan penghubung. 

Akibatnya, saat musim hujan air begitu besar sehingga kendaraan tidak bisa melintas.

Situasi ini kembali terjadi saat menggotong jenazah Rikardus, Kamis (07/01/2021). Warga terpaksa bertaruh nyawa melintasi arus air Wae Musur yang begitu deras.

Lois Gonzales, sahabat almarhum Rikardus mengatakan, mobil pengangkut jenazah tidak bisa melintasi sungai Wae Musur. Arus air yang begitu deras membuat kendaraan jenazah tersebut tidak bisa melintas.

“Di sungai Wae Musur arah Nanga Lanang itu belum ada jembatan. Kalau kondisi sungainya dalam dan berarus deras, kendaraan bermotor tidak bisa lewat. Dan, tadi itu mobil yang bawa jenazah tidak bisa lewat karena arus sungai yang deras dan dalam,” ungkap Lois kepada VoxNtt.com melalui sambungan telepon.

“Terpaksa jenazah itu kami gotong menuju Nanga Lanang,” imbuhya.

Rikardus sendiri meninggal di Rumah Sakit St. Rafael Cancar, Kabupaten Manggarai. Ia ke rumah sakit itu untuk mengecek kondisi kesehatannya pada Rabu (06/01/2021) pagi.

 Menurut Lois, sebelum memeriksakan diri ke Rumah Sakit St. Rafael Cancar, Rikardus sering mengeluh sakit dada.

Sesuai hasil pemeriksaan dokter di Rumah Sakit St. Rafael Cancar, kata dia, Rikardus menderita diabetes dan gangguan jantung. Ia tidak bisa tertolong dan mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis pagi.

Jenazah Rikardus kemudian dipulangkan ke kampungnya di Nanga Lanang untuk dimakamkan.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleJabatan Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Kupang Beralih
Next Article Satu Tahun Mengajar, 9 Guru Teko di TTU Tidak Terima Upah Sepeserpun

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Peduli Gempa Flores NTT

19 Agustus 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.