Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Kompak Indonesia Desak KPK Pecat Oknum Penyidik Berinisial SR
HEADLINE

Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Kompak Indonesia Desak KPK Pecat Oknum Penyidik Berinisial SR

By Redaksi26 April 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa saat mendatangi kantor KPK
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT- Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memecat dan memeroses hukum oknum penyidik berinsial AKP SR.

Pasalnya, SR diduga kuat melakukan pemerasan sejumlah Rp1,5 miliar ke Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, M. Syarial.

Sang wali kota diiming-imingi penghentian penyelidikan kasus jika memenuhi permintaan itu.

“Kami juga mendesak Kapolri untuk memecat AKP SR dari Polri dan memproses hukum AKP SR. Kemudian, mendesak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk bergerak cepat mendampingi AKP SR untuk berani ungkap apabila ada aktor intelektualis yang biasa mengatur pemerasan terhadap pejabat baik pusat atau daerah yang dilaporkan masyarakat atau penggiat Antikorupsi ke KPK RI,” ujar Ketua KOMPAK Indonesia dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Senin (26/04/2021).

Tidak hanya itu, Gabriel juga mendesak Dewan Pengawasan KPK RI untuk meminta pertanggungjawaban Pimpinan KPK RI terkait bocornya informasi dan pemerasan yang dilakukan oknum SR.

Di balik kasus tersebut, ia kemudian mengajak solidaritas masyarakat dan penggiat Antikorupsi untuk mengawasi KPK RI dari upaya-upaya pembusukan lembaga Antirasuah dengan target utama pembubaran.

Gabriel menjelaskan, ulah semacam ini bukan kali pertama terjadi di KPK RI.

Sebelumnya pada tahun 2006 seorang penyidik KPK RI Suparman melakukan hal serupa.

Kala itu, kata dia, Suparman terbukti memeras saksi dan menerima uang.

Akibat perbuatannya, ia diganjar hukuman delapan tahun penjara.

Fakta lainnya adalah bocornya informasi terkait operasi tangkap tangan (OTT) dan menghilangnya barang bukti yang mau disita KPK RI. Hal ini tentu saja perlu ditindaklanjuti serius Dewan Pengawas KPK RI.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pimpinan KPK, Dewas KPK dan Kepala Divisi Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo yang telah menangkap dan memproses hukum penyidik KPK AKP SR yang terbukti memeras Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara,” ujar Gabriel.

Penulis: Ardy Abba

Dewas KPK Kompak Indonesia KPK Nasional
Previous ArticleBreaking News: Gempa dengan Magnitudo 4,9 Guncang Manggarai Timur
Next Article DPRD Belum Tahu 27 THL di Manggarai Sudah Bekerja

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026
Terkini

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.