Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»PMKRI Maumere Gelar Diskusi Publik “Korupsi di Tengah Pandemi”
MAHASISWA

PMKRI Maumere Gelar Diskusi Publik “Korupsi di Tengah Pandemi”

By Redaksi30 September 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pose bersama usai diskusi publik di Kampus STFK Ledalero, Kamis (30/09/2021)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere menggelar diskusi publik di Kampus STFK Ledalero, Kamis (30/09/2021).

Kegiatan diskusi publik ini berjalan di bawah tema “Korupsi di Tengah Pandemi”.

Presidium Hubungan Perguruan Tinggi PMKRI Cabang Maumere, Paule Dji Bomba, dalam materi yang disampaikan di hadapan peserta menjelaskan, diskusi ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan mencegah kecenderungan tindakan korupsi di tengah pandemi Covid-19. 

Di tengah situasi pandemi ini, kata dia, kaum muda tentu saja harus berkapasitas sebagai tonggak kebenaran. 

BACA JUGA: “Co Tara Toe Kole Rona Dami, Eme Matas Ibu Nias Boak?”

Kaum muda harus bersikap kritis melihat para pemimpin yang bersikap korup. 

“Kita harus dobrak,” tegas Paule.

Sementara itu, Ketua SEMA STFK Ledalero, Sarnus Jorni Harto,  dalam paparannya mengatakan, sebagai mahasiswa aktivis PMKRI maupun mahasiswa pada umumnya, hendaknya memberikan konsep dan strategi tentang ‘korupsi’ dalam pandangan pikiran Yunani. 

“Harapan saya, segenap aktivis PMKRI harus berperan impresif bahkan represif dalam menyikapi kehidupan inkondusif bangsa di tengah pandemi,” kata Sarnus.

Menurut dia, keterlibatan mahasiswa dalam menyikapi situasi sosial politik sungguh merupakan ujung tombak dan inisiator dengan muatan idealisme, kritis, serta tekad yang membara. 

Meskipun dicap sebagai aktor antagonis, namun perjuangan mahasiswa tetap berpijak di atas nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

“Bukan sebaliknya karena kepentingan pragmatis demi gengsi dan ambisi,” imbuh dia.

Dalam keadaan apapun, Sarnus mengharapkan agar mahasiswa dapat mempertahankan nilai Katolik dan kebenaran ajaran sosial Gereja. 

Senada dengan itu, Devri Ngo salah satu peserta saat sesi pertanyaan menegaskan, korupsi merupakan tindakan yang paling buruk di tengah pandemi. 

Kontributor: Yohanes A. Loni
Editor: Ardy Abba

PMKRI PMKRI Maumere
Previous ArticleBenny Nurdin, Anggota DPRD yang Peduli akan Literasi di Manggarai Barat
Next Article Kejati NTT Kembalikan Kerugian Negara Sebesar 17 Miliar dalam Kasus Hypermart

Related Posts

Astra Tandang Apresiasi Political Will Pemerintah dan DPR Sahkan RUU PPRT

22 April 2026

Polemik Rektor STIKES Nusantara Dikeluarkan dari Grup WhatsApp LLDIKTI Berakhir

16 April 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Gelar Asistensi Paskah Berbasis Budaya di Stasi Mocok

12 April 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.