Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kapolres TTU Ancam Proses Hukum Pedagang dan Distributor Minyak Goreng “Nakal”
HUKUM DAN KEAMANAN

Kapolres TTU Ancam Proses Hukum Pedagang dan Distributor Minyak Goreng “Nakal”

By Redaksi16 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolres TTU AKBP Moh. Mukhson, SH, S.IK, MH saat diwawancarai wartawan, Selasa, 15 Maret 2022 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Kapolres TTU AKBP Moh. Mukhson memberikan peringatan keras kepada pedagang dan distributor minyak goreng yang bertindak “nakal”.

Peringatan itu dengan tidak segan-segan akan memproses hukum distributor dan pedagang yang kedapatan menimbun atau menjual minyak goreng jauh di atas ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Menteri Perdagangan.

Hal itu lantaran tindakan “nakal” dari distributor dan pengecer tersebut semakin menyusahkan masyarakat di tengah Pandemi Covid-19 saat ini.

“Perintah Kapolri jelas bahwa apabila terjadi penimbunan (minyak goreng) atau penyaluran yang tidak sesuai peruntukannya maka kita akan lakukan penegakan hukum,” tegas AKBP Mukhson saat diwawancarai wartawan, Selasa (15/03/2022).

AKBP Mukhson menjelaskan, pasca-keluarnya perintah dari Kapolri untuk menertibkan pedagang dan distributor minyak goreng yang “nakal”, pihaknya langsung menggandeng Dinas Perindag Kabupaten TTU.

Keduanya kemudian bersama-sama melakukan pendataan baik kepada konsumen, pedagang maupun distributor dari minyak goreng.

Selain itu, jelasnya, tim dari Polres TTU pun telah turun langsung ke toko-toko maupun gudang untuk memastikan tidak adanya penimbunan.

“Tim sudah turun, baik dari anggota kami maupun pemerintah daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut AKBP Mukhson berharap pedagang dan distibutor memiliki rasa empati untuk mengikuti harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan menteri perdagangan.

Rasa empati tersebut perlu dimiliki mengingat saat ini masyarakat sementara mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Kalau menyalahi aturan, ya kita proses hukum,” tegasnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Kapolres TTU Polres TTU TTU
Previous ArticleAnggota DPRD TTU Dukung Keputusan Dinas PUPR Tuntaskan Proyek Jembatan Naen
Next Article MU Gagal Lolos ke Babak 8 Besar, Cristiano Ronaldo Buat Catatan Baru

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.