Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Kejati NTT Tangkap Tangan Anak Buah Jefri Riwu Kore, Ada Uang 15 Juta
HEADLINE

Kejati NTT Tangkap Tangan Anak Buah Jefri Riwu Kore, Ada Uang 15 Juta

By Redaksi8 April 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasie Penkum dan Humas Kejati NTT Abdul Hakim (Foto: Ist.)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Anak buah Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore yakni Kadis PUPR Kota Kupang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Tinggi NTT pada Kamis (07/04/2022).

Informasi yang berhasil dihimpun VoxNtt.com dari berbagai sumber menyebutkan, OTT dilakukan oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus yang dipimpin Koordinator Bidang Pidsus Kejati NTT, Surayadi Sembiring.

Dalam OTT itu, tim penyidik Kejati NTT berhasil mengamankan oknum kepala dinas tersebut beserta barang bukti (BB) uang yang belum diketahui secara pasti nilainya.

Dalam OTT itu oknum Kadis diamankan bersama salah satu terduga yang akan melakukan penyuapan.

Terduga penyuapan hendak melakukan kepengurusan administrasi menyangkut proyek di Kota Kupang. Tiba – tiba tim masuk dan mengamankan oknum Kadis dan terduga penyuapan.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Abdul Hakim menjelaskan, tim Satgas dari Pidsus Kejati NTT mengamankan ASN Pemkot Kota Kupang dari ruang kerjanya Ir. BHN, dengan BB uang sebesar Rp15 juta, kemudian diserahkan ke Inspektorat Kota Kupang untuk ditindaklanjuti.

Diminta Segera Umumkan ke Publik

Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) diminta segera mengumumkan status dari Ir. BHN yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Satgas Pidana Khusus (Pidsus) Kejati NTT, Kamis (07/04/2022), sekitar pukul 14.00 Wita.

Pasalnya, Kejati NTT mengatakan, oknum Kadis Ir. BHN berhasil terjaring dalam OTT bersama barang bukti (BB) senilai Rp15. 000.000 di ruang kerjanya.

“Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), harus segera mengumumkan status dari oknum Kepala Dinas (Kadis), Ir. BHN yang terjaring OTT 1×24 Jam,” kata Koordinator Divisi Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) Nusa Tenggara Timur (NTT), Paul SinaleloE, Kamis malam.

Menurut Paul, jika disebut OTT maka Kejati NTT memiliki waktu selama 1×24 jam untuk menentukan status dari oknum Kadis Ir. BHN yang terjaring OTT bersama barang bukti senilai Rp15.000.000.

Selain itu, Kejati NTT juga memiliki waktu yang sama yakni 1×24 jam untuk menentukan sikap terkait status dari pemberi uang (terduga penyuapan) senilai Rp15.000.000 kepada Ir. BHN, dan berkaitan dengan proyek apa di Kota Kupang.

“Jaksa harus umumkan dalam konfrensi Pers secara resmi sebagaimana lajim di lakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam OTT,” ujar Paul.

Menurut Paul, dirinya merasa aneh dengan sikap Kejati NTT yang menyerahkan kasus OTT terhadap oknum Kadis, Ir. BHN kepada inspektorat untuk diproses. Ini sebuah keanehan yang dilakukan dalam OTT dan baru terjadi pada institusi Kejaksaan.

Dijelaskan Paul, Inspektorat hanya bertugas untuk melakukan pengawasan internal dan ranahnya administrasi dan bukan pidana. Sehingga, jika diserahkan kepada inspektorat maka bukanlah OTT.

Menurutnya, jika masih terjadi korupsi maka pengawasan internal yang dilakukan oleh inspektorat Kota Kupang tidak berjalan.

“Yang namanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu perbuatan pidana bukan administrasi. Mengapa jaksa serahkan ke inspektorat karena dia sifatnya administrasi,” ujar Paul.

Ditegaskan Paul, sikap dari Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), patut dipertanyakan mengapa diserahkan kepada pihak inspektorat jika terjaring OTT oleh Satgas Pidsus Kejati NTT.

“Jaksa harus jelaskan sumber uangnya dari siapa dan untuk apa. Atau berkaitan dengan proyek apa. Bahkan, Kejati NTT harus menahan oknum Kadis untuk dilakukan proses hukum,” pungkas Paul.

“Harus diproses secara hukum karena itu merupakan perbuatan pidana bukan administrasi. Apalagi saat OTT ada uang Rp15.000.000, maka uang itu dijadikan barang bukti,” sambung dia.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Dinas PUPR Kota Kupang Kejati NTT Kota Kupang
Previous ArticleWarga Kembur Tagih Janji Perbaikan Lampu Jalan
Next Article Inovasi Gelar Pelatihan Pemanfaatan Buku Berjenjang untuk Dosen STKIP Weetebula

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.