Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gubernur NTT Siap Gelar Dialog terkait Polemik Kenaikan Tunjangan DPRD
NTT NEWS

Gubernur NTT Siap Gelar Dialog terkait Polemik Kenaikan Tunjangan DPRD

By Redaksi9 September 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat memberikan sambutan pada acara penyerahan izin Edar Produk UMKM dukung Program one Village One Product NTT di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin, 14 Juli 2025 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyatakan kesiapan pemerintahannya untuk menggelar dialog terbuka sebagai respons atas polemik Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 22 Tahun 2025 yang mengatur kenaikan tunjangan transportasi dan perumahan bagi anggota DPRD NTT.

“Kami memahami situasi kebatinan masyarakat terkait Pergub Nomor 22 Tahun 2025. Semua aspirasi telah kami dengar, dan tentu akan kami diskusikan dengan teman-teman DPRD,” kata Gubernur Melki di Kupang, Senin, 8 September 2025.

Sebagai bagian dari respons tersebut, Gubernur Melki menyiapkan forum diskusi yang akan melibatkan DPRD, akademisi, Ombudsman, hingga masyarakat sipil.

“Kami terbuka untuk mencari solusi terbaik demi kerja dewan juga lebih baik,” ujarnya.

Melki menekankan, tunjangan tersebut bukan semata untuk kepentingan pribadi para legislator, melainkan berkaitan dengan kebutuhan mobilitas di daerah pemilihan, terutama di wilayah kepulauan seperti NTT.

“Ada elemen yang mereka lakukan untuk membantu masyarakat di Dapil. Jangan menilai ini sekadar urusan pribadi,” katanya.

Menanggapi kritik terkait besarnya angka tunjangan yang dianggap tidak sebanding dengan kondisi ekonomi masyarakat, Melki menyampaikan bahwa sebagian besar dana tunjangan itu digunakan untuk kepentingan konstituen.

“Saya lihat sebagian orang melihat angka-angka ini sangat besar, tetapi sebagian besar juga dipakai untuk urusan konstituen di Dapil masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan akan meninjau kembali isi Pergub tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Saya akan segera cek detailnya seperti apa,” ucapnya.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang, menilai bahwa kebijakan ini sebenarnya bukan hal yang baru. Menurutnya, Pergub terkait tunjangan DPRD sudah diteken sejak 2022, namun baru direalisasikan tahun ini.

“Gubernur Melki sebenarnya hanya mengembalikan hak-hak DPRD,” katanya.

Ahmad Atang juga menjelaskan, sejumlah fasilitas anggota DPRD, mulai dari pokok pikiran (pokir) hingga anggaran perjalanan dinas, telah mengalami pemangkasan akibat kondisi fiskal daerah. Oleh karena itu, perdebatan mengenai besarnya tunjangan dinilainya bersifat relatif.

“Yang mestinya jadi fokus publik bukan angka tunjangannya, melainkan kinerja DPRD. Hak-hak yang diterima dewan harus sebanding dengan kinerjanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, letak geografis NTT sebagai provinsi kepulauan turut memengaruhi tingginya kebutuhan transportasi bagi anggota dewan.

“Menuntut DPRD bekerja optimal tanpa dukungan fiskal memadai tentu tidak adil. Publik harus menilai secara proporsional,” katanya.

Penulis: Ronis Natom

Ahmad Atang DPRD NTT Gubernur NTT Melki Laka Lena
Previous ArticlePolres Manggarai Umumkan Tersangka Kasus Penganiayaan Warga di Ruteng
Next Article DPRD NTT Serahkan Evaluasi Pergub Tunjangan ke Gubernur

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.