Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Anggota DPRD Tuduh Gubernur NTT Sembunyikan Data Stunting dalam Pidato Tahunan
NTT NEWS

Anggota DPRD Tuduh Gubernur NTT Sembunyikan Data Stunting dalam Pidato Tahunan

By Redaksi20 Februari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD NTT Fraksi PDIP, Nelson Matara (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Anggota DPRD NTT dari Fraksi PDI Perjuangan, Nelson Matara, menuding Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyembunyikan data stunting saat rapat paripurna penyampaian pidato satu tahun kepemimpinan Melki–Johni di ruang sidang DPRD NTT, Jumat, 20 Februari 2026.

“Pidato gubernur sangat luar biasa tapi data stunting itu disembunyikan, data program nasional tidak disampaikan. Artinya, tidak sambung program nasional dan program daerah,” kata Ketua Badan Kehormatan DPRD itu.

Menurut Nelson, dalam pidatonya gubernur menyampaikan jika data kemiskinan di NTT menurun. Namun ia menilai kondisi tersebut tidak selaras dengan persoalan stunting yang masih tinggi.

“Kalau data kemiskinan itu menurun tapi data stunting tinggi, nah itu kan tidak matching. Kalau stunting meningkat kan artinya tetap miskin,” ujarnya.

Nelson menyatakan, Gubenur NTT seharusnya jujur menyampaikan data-data tersebut ke masyarakat.

Selain data stunting, Nelson juga menilai gubernur tidak transparan dalam penyampaian data sektor lain, termasuk pertanian.

“Contoh lain soal petani kan disampaikan angka produksinya naik tapi daya beli masyarakat rendah itu kan tidak pas. Data yang disampaikan tidak transparan. Harapannya gubenur harus perbaiki dan harus transparan,” ujar politisi PDIP itu.

Ketua Fraksi NasDem DPRD NTT, Kasmirus Kolo (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD NTT, Kasmirus Kolo berharap pidato tahunan gubernur konsisten dengan laporan yang akan disampaikan perangkat daerah dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).

“Yang saya khawatirkan saat pidato kelihatannya bagus-bagus saja, kemudian pada saat penyampaian LKPJ yang disampaikan oleh OPD lain, itu artinya ada yang salah di situ,” katanya.

Menurut Kasmirus, pidato gubernur merupakan gambaran capaian seluruh perangkat daerah karena program kepala daerah dieksekusi oleh organisasi perangkat daerah.

“Tapi kalau nanti saat LKPJ tahun pertama ternyata DPRD membentuk pansus dan mengkritisi kinerja OPD berbeda itu bagaimana,” tegasnya.

Kasmirus menilai laporan gubernur terkesan menunjukkan semua capaian berjalan baik, padahal kontribusi belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai kecil.

“Tapi kok capaiannya luar biasa. Lalu belanja infrastruktur itu minus 0,17 persen, itu bagaimana bisa katakan itu berhasil,” kritiknya.

Ia juga menyoroti data stunting yang disampaikan gubernur serta klaim penurunan kemiskinan.

Menurut dia, perbandingan harus dilakukan dengan data beberapa tahun sebelumnya agar terlihat tren yang jelas.

“Kita tidak bisa melihat hanya dari satu tahun,” katanya.

Selain itu, Kasmirus menyoroti target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,8 triliun yang disebut gubernur belum dilaporkan progresnya, meski telah memasuki triwulan pertama 2026.

“Kekuatan utama untuk bisa mengeksekusi semua program visi misi gubernur itu ada di anggaran,” pungkasnya.

Penulis: Ronis Natom

DPRD NTT Emanuel Melkiades Laka Lena Gubernur NTT Melki Laka Lena Nelson Matara
Previous ArticleSemua Desa dan Kelurahan di Manggarai Deklarasi Menuju Ramah Anak
Next Article Setahun Kepemimpinan NTT: Kompas Pendidikan di Ujung Tombak – Literasi, ATS, dan SPM

Related Posts

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026
Terkini

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.