Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Kebangkitan di Tengah Abu
Sastra

Kebangkitan di Tengah Abu

By Redaksi4 April 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Abe

SMAN 3 Cibal 

‎

‎Di reruntuhan kota yang megap-megap pilu
‎Pandemi pergi meninggalkan luka menganga tak sembuh
‎Rumah sakit penuh, mimpi remuk di trotoar sepi
‎Ekonomi ambruk bagai batu karang retak terbelah
‎Pekerja menganggur, anak lapar menatap langit kelabu
‎Umat terbelah oleh berita hoaks dan amarah membara di layar ponsel.

‎
‎Tapi lihatlah, pagi kelabu mulai retak perlahan
‎Seperti batu kubur yang berguling pelan oleh tangan ilahi
‎Kristus bangkit dari kain kafan dingin dan gelap pekat
‎Cahaya-Nya menusuk kegelapan menghangatkan jiwa yang beku
‎Murid-murid gemetar, tapi iman mereka menyala kembali
‎Hidup baru lahir dari kematian, janji abadi yang tak tergoyahkan.

‎Kita, yang lelah oleh berita duka harian tanpa henti
‎Dari Bali tropis hingga ujung dunia yang haus damai sejati
‎Bangkitlah dari ranjang penyakit dan meja tagihan menumpuk
‎Lepaskan rantai ketakutan lama polarisasi yang memecah saudara
‎Dalam himne pagi, suara kita bergema menyatu
‎Kebangkitan memanggil kita melangkah, meninggalkan bayang masa lalu.
‎

‎Dalam doa bersama di bawah pohon beringin usang
‎Tangan terulur dari kaya ke miskin, dari kota ke desa terpencil
‎Meja roti pecah dibagi, air mata kering oleh kasih yang melimpah,
‎Anak-anak tertawa lagi, pasar ramai dengan lagu dagang riang
‎Kristus hadir di setiap senyum yang pulih dari luka pandemi,
‎Masyarakat bangkit, jalinan persaudaraan tak lagi rapuh.

‎Ya Tuhan yang bangkit dari kubur sunyi dan sepi
‎Hidupkan jiwa kami yang terpuruk di lembah bayang gelap
‎Di era badai digital dan badai alam yang ganas
‎Jadikan kita saksi cahaya-Mu yang tak pernah padam
‎Dari abu krisis, bunga harapan mekar subur dan indah,
‎Hidup kekal, selamanya tak terkalahkan, amin

 

Abe
Previous ArticlePolres Mabar Tetapkan Dua Tersangka Kasus Tanah Muara Nggoer, Salah Satunya Anggota DPRD
Next Article Benny Harman Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur Kejaksaan di Kasus Tanah Karo

Related Posts

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026

Senja di Atas Batu Sisa

13 April 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.