Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Jagung Desa Nanga Mbaur Disebut Mampu Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
VOX DESA

Jagung Desa Nanga Mbaur Disebut Mampu Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

By Redaksi16 April 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Jagung
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Desa Nanga Mbaur di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, dinilai memiliki potensi pertanian yang besar, terutama pada komoditas jagung. Produktivitas tanaman itu diyakini mampu memberi kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

Selain dikenal sebagai desa wisata, Nanga Mbaur berada di bagian timur jalur Pantai Utara Pota dan sebagian besar warganya menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Kepala Desa Nanga Mbaur, Warkah Jaludin, mengatakan potensi jagung di wilayahnya menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih berperan penting menopang perekonomian masyarakat.

“Ini bukti bahwa peran sektor pertanian kita aktif. Saya sangat yakin potensi jagung ini juga mampu memperkuat ketahanan pangan,” kata Warkah, Rabu 15 April 2026.

Menurut dia, luas lahan jagung di Desa Nanga Mbaur saat ini sekitar 300 hektare. Dari total lahan tersebut, produksi jagung mencapai 1.800 ton per tahun.

Mayoritas petani menanam jagung jenis NK Sumo dan Bisi. Kedua varietas itu disebut memiliki daya tumbuh yang baik di lahan setempat. Masa panen rata-rata berlangsung pada Juli, dengan usia tanam sekitar tiga bulan lebih.

“Jenis jagung yang paling banyak itu NK Sumo dan Bisi. Rata-rata usia tiga bulan petani sudah panen dengan perais tiga bulan plus pengeringan,” jelas Warkah.

Setelah dipanen, jagung dijual langsung ke perusahaan penerima di Baras, Kelurahan Pota. Sebagian hasil panen juga dipasarkan kepada pedagang lokal maupun pedagang dari Bajawa, Kabupaten Ngada.

Pemerintah Desa Nanga Mbaur, kata Warkah, kini berupaya menjaga dan mengembangkan potensi pertanian tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah perluasan lahan garapan serta pengadaan obat-obatan dan bibit melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kami sedang fokus merawat potensi pertanian itu agar bisa memperkuat ketahanan pangan. Ke depan kami mendorong perluasan lahan dan pengadaan obat-obatan melalui BUMDes,” ungkapnya.

Ia berharap potensi jagung di desanya terus berkembang dan memberi manfaat bagi ekonomi lokal maupun pasar yang lebih luas.

Secara geografis, Desa Nanga Mbaur berbatasan dengan Kelurahan Pota di sebelah barat, Desa Nampar Sepang dan kawasan wisata Watu Pajung di timur, Laut Flores di utara, serta Golo Lebo di selatan.

Desa ini terdiri atas lima dusun, yakni Londang, Randang, Randang 2, Temba Lajar, dan Ara. Jarak desa ke ibu kota Kecamatan Sambi Rampas sekitar 7 kilometer, sedangkan ke ibu kota Kabupaten Manggarai Timur mencapai ratusan kilometer.

Penulis: Berto Davids

Desa Nanga Mbaur Kecamatan Sambi Rampas Manggarai Timur Matim
Previous ArticleRibuan Balita Manggarai Masih Kekurangan Gizi: Alarm bagi Masa Depan Daerah
Next Article Badan Data Nasional Otoritatif, Perlukah?

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.