Borong, VoxNTT.com – Desa Nanga Mbaur di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, dinilai memiliki potensi pertanian yang besar, terutama pada komoditas jagung. Produktivitas tanaman itu diyakini mampu memberi kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
Selain dikenal sebagai desa wisata, Nanga Mbaur berada di bagian timur jalur Pantai Utara Pota dan sebagian besar warganya menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Kepala Desa Nanga Mbaur, Warkah Jaludin, mengatakan potensi jagung di wilayahnya menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih berperan penting menopang perekonomian masyarakat.
“Ini bukti bahwa peran sektor pertanian kita aktif. Saya sangat yakin potensi jagung ini juga mampu memperkuat ketahanan pangan,” kata Warkah, Rabu 15 April 2026.
Menurut dia, luas lahan jagung di Desa Nanga Mbaur saat ini sekitar 300 hektare. Dari total lahan tersebut, produksi jagung mencapai 1.800 ton per tahun.
Mayoritas petani menanam jagung jenis NK Sumo dan Bisi. Kedua varietas itu disebut memiliki daya tumbuh yang baik di lahan setempat. Masa panen rata-rata berlangsung pada Juli, dengan usia tanam sekitar tiga bulan lebih.
“Jenis jagung yang paling banyak itu NK Sumo dan Bisi. Rata-rata usia tiga bulan petani sudah panen dengan perais tiga bulan plus pengeringan,” jelas Warkah.
Setelah dipanen, jagung dijual langsung ke perusahaan penerima di Baras, Kelurahan Pota. Sebagian hasil panen juga dipasarkan kepada pedagang lokal maupun pedagang dari Bajawa, Kabupaten Ngada.
Pemerintah Desa Nanga Mbaur, kata Warkah, kini berupaya menjaga dan mengembangkan potensi pertanian tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah perluasan lahan garapan serta pengadaan obat-obatan dan bibit melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kami sedang fokus merawat potensi pertanian itu agar bisa memperkuat ketahanan pangan. Ke depan kami mendorong perluasan lahan dan pengadaan obat-obatan melalui BUMDes,” ungkapnya.
Ia berharap potensi jagung di desanya terus berkembang dan memberi manfaat bagi ekonomi lokal maupun pasar yang lebih luas.
Secara geografis, Desa Nanga Mbaur berbatasan dengan Kelurahan Pota di sebelah barat, Desa Nampar Sepang dan kawasan wisata Watu Pajung di timur, Laut Flores di utara, serta Golo Lebo di selatan.
Desa ini terdiri atas lima dusun, yakni Londang, Randang, Randang 2, Temba Lajar, dan Ara. Jarak desa ke ibu kota Kecamatan Sambi Rampas sekitar 7 kilometer, sedangkan ke ibu kota Kabupaten Manggarai Timur mencapai ratusan kilometer.
Penulis: Berto Davids

