Oleh: Rm. Inosensius Sutam
(Sabtu Tahun A; 15 Mei 2026; Kis 18:23-28; Mzm 47:2-3.8-9.10; R:8a; Yoh 16:23b-28)
Jalan Tuhan adalah jalan menuju asal-usul semua bangunan kota, rumah, dan gedung di mana kita tinggal, hidup, dan bekerja, dan semua hal yang kita pakai, minum, dan makan. Asalnya adalah alam, lingkungan hidup kita. Jalan Tuhan adalah jalan untuk merawat alam.
1
Hidup adalah Jejak Jalan
Kita berjalan setiap hari, setiap saat. Hidup adalah perjalanan. Jalan fisik adalah ungkapan jalan pikiran, jalan keinginan, jalan perasaan, jalan iman, harapan, dan jalan kasih kita dengan diri, sesame, alam, dan Tuhan sendiri. Hidup adalah jejak jalan. Apa yang menjadi asal-usul dan tujuan semua jalan dalam hidup kita adalah jalan Tuhan. Hal itu ditunjukkan oleh kedua bacaan hari ini.
2
Jalan Tuhan
Dalam bacaan pertama (Kis 18: 23-28), berbicara tentang Jalan Tuhan. Berada dalam Jalan Tuhan berarti bergerak dalam kekuatan Roh: berpisah, bertemu (kembali), meninggalkan dan tinggal, menerima dan melepaskan, meneguhkan hati, menjelajahi, menyeberang, bersoal-jawab, menjelaskan, mengajar, mendengar, dan meneliti Kitab Suci, Firman Tuhan.
3
Cara (metode) yang digunakan adalah berdiskusi/bersoal-jawab, menjelaskan, mengajar, dan bersurat. Menebalkan persaudaraan dengan saling menerima seperti perlakuan terhadap Apolos.
4
Permintaan kepada Bapa akan Dikabulkan
Dalam Injil, Yesus menegaskan diriNya sebagai jalan untuk meminta dan berdoa kepada Bapa. Semua yang diminta dalam namaNya akan dikabulkan. Tetapi jika kita mengasihi dan percaya kepada Dia dan Bapa yang diberitakanNya kepada kita.
5
Kristus adalah Jalan Hidup, Kita Menjadi Jalan Bagi Sesama
Kedua bacaan hari ini berbicara tentang Jalan Tuhan. Apa artinya?
Pertama, Jalan Tuhan adalah pribadi Kristus sendiri yang adalah Firman Allah, dan berwujud dalam Kitab Suci. Kristus adalah jalan untuk terkabulnya doa dan permintaan kita. Bersatu dengan Kristus berarti menjadi jalan bagi orang lain menuju iman, harapan, dan kasih yang berbuahkan kebenaran, kebaikan dan keindahan.
6
Kedua, Jalan Tuhan adalah jalan berat karena itu adalah jalan menuju akar hidup, bertentangan dengan jalan hidup dunia yang mau ke daun, bunga dan buah.
7
Ketiga, metode atau cara yang digunakan dalam mewujudkan Jalan Tuhan adalah transportasi dan komunikasi (aksi-reaksi-relasi): bergerak, berjalan, menjumpai, menjelaskan, mengajarkan, bersoal-jawab (berdiskusi), dan bersurat tentang Firman Allah. Inilah tantangannya.
8
Keempat, dimensi ekologis dari bacaan hari ini adalah nama-nama kota, wilayah, dan rumah. Jalan Tuhan adalah jalan menuju asal-usul semua bangunan kota, rumah, dan gedung di mana kita tinggal, hidup, dan bekerja, dan semua hal yang kita pakai, minum, dan makan. Asalnya adalah alam, lingkungan hidup kita. Jalan Tuhan adalah jalan untuk merawat alam. Percaya kepada Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah percaya bahwa alam dikasihi Tuhan, maka kitapun mengasihnya.

