Ruteng, VoxNTT.com – Seorang pelajar berinisial YETP (16) korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan jurusan Ruteng–Labuan Bajo, tepatnya di Bahong, Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 06.40 Wita, sudah meninggal dunia.
“Benar meninggal tadi pagi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng,” kata kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Manggarai, AKP Sandy Humisar Sibrani, kepada VoxNtt.com, Selasa, 13 Januari 2026 pagi.
Diberitakan sebelumnya kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan jurusan Ruteng–Labuan Bajo, tepatnya di Bahong, Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 06.40 Wita. Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor dan mobil pikap.
“Peristiwa tersebut melibatkan satu unit sepeda motor dan satu unit kendaraan pikap, yang mengakibatkan pengendara sepeda motor mengalami luka berat,” kata Sandy.
Menurut Sandy, kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut yakni sepeda motor Honda Supra X warna merah dan mobil Suzuki APV Pick Up warna hitam.
Sepeda motor Honda Supra X dikendarai oleh seorang pelajar berinisial YETP (16), sedangkan mobil Suzuki APV Pick Up dikemudikan oleh SS (45).
Sandy menjelaskan, berdasarkan keterangan di lokasi kejadian, kecelakaan diduga terjadi akibat pengendara sepeda motor kurang berhati-hati saat berkendara.
Saat melaju dari arah barat ke timur jurusan Ruteng, sepeda motor kehilangan kendali, terjatuh, dan terseret ke badan jalan sebelah kanan.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju kendaraan Suzuki APV pikap sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
“Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor YETP mengalami luka lecet pada lutut kanan, benturan pada bagian kepala CKB, serta patah tulang leher,” jelas Sandy.
Ia mengatakan korban saat ini telah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Sementara itu, pengemudi mobil pikap SS dilaporkan tidak mengalami luka.
Kondisi jalan di lokasi kejadian diketahui beraspal baik, lurus, datar, dan lebar, tanpa lubang.
Namun, saat kejadian cuaca dalam kondisi gerimis dengan permukaan jalan basah, meski cahaya pagi hari masih cukup terang. Lokasi kejadian juga berada di kawasan permukiman penduduk.
Sandy menambahkan, peristiwa kecelakaan tersebut disaksikan oleh Hermanus Maligains Nggani (30), seorang petani asal Desa Golo Tulang, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Menindaklanjuti kejadian itu, polisi telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari menerima laporan, mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara, mencatat identitas korban dan saksi, mengecek kondisi korban, mengamankan barang bukti, membuat laporan polisi, hingga menginput data ke dalam sistem DORS dan IRSMS.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan dan cuaca guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” tutupnya.
Penulis: Isno Baco

