Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Guru di Matim Keluhkan Proses Pengambilan Dana Bantuan Akademik
VOX GURU

Guru di Matim Keluhkan Proses Pengambilan Dana Bantuan Akademik

By Redaksi21 Oktober 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Seorang guru di Borong, mengeluhkan pelayanan di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur yang dinilai mempersulit dirinya dalam proses pengambilan dana  bantuan biaya peningkatan kualifikasi akademik jenjang pendidikan dasar tahun 2016.

Guru yang tidak mau disebut namanya itu mengaku dalam Surat keputusan (SK) Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan namanya terlampir sebagai salah satu penerima dana bantuan tersebut.

Foto: SK Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan
Foto: SK Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan

Namun menurutnya, pihak Dinas PPO Matim seakan mempersulit dalam pengambilan dana sebesar Rp. 3.500.000 per tahun itu.

“Kalau nama saya tidak ada dalam surat keputusan itu, untuk apa saya jauh-jauh datang ke Borong” katanya kepada VoxNtt.com, Kamis (20/10).

Walaupun namanya terlampir dalam SK, guru itu mengaku dinas terkait tidak mencairkan dana tersebut karena dirinya sudah diwisudakan pada tahun 2015.

Tak puas dengan jawaban itu, Sang Guru pun mengecek langsung di salah satu bank di Borong,  tempat dana bantuan itu dicairkan.

Ketika ditanya apakah dana itu sudah masuk ke rekeningnya, pihak bank mengaku dananya sudah masuk tapi  tidak bisa dicair sebelum ada rekomendasi dari dinas PPO, Matim

“Saya bingung kalau sudah masuk ke rekening saya, kenapa tidak bisa diambil” tanya sang guru kebingungan.

Kabid PPO Matim, Lambertus  Murung saat dikonfirmasi VoxNtt.com mengatakan sebagai pengelolah, mereka tidak berwewenang mengeluarkan dana tersebut pasalnya beasiswa itu  ditetapkan tahun 2016, sementara ibu tersebut sudah diwisudakan pada tahun 2015.

Saat ditanya mengapa nama guru tersebut tercantum dalam SK, Lambertus mengaku tidak tahu karena SK tersebut dibuat oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan di Jakarta.

“Kami takut pak, kalau mengeluarkan sembarang dana , nanti kami yang disalahkan” ujarnya melalui via telepon. (VoN)

 

 

 

Manggarai Timur
Previous ArticleSempat Mangkrak, Pembangunan Pasar Borong Kembali Dilanjut
Next Article PBH Nusra dan Bappeda Sikka Rancang Pendataan Desa Berbasis Digital

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.