Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Taman Bacaan Pelangi Resmikan 10 Perpustakaan Baru di Ende
Pendidikan NTT

Taman Bacaan Pelangi Resmikan 10 Perpustakaan Baru di Ende

By Redaksi8 Oktober 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Nila Tanzil, Founder Taman Bacaan Pelangi sedang menggunting pita dalam acara peresmian TB Pelangi di Ende (Foto: Dok. TB Pelangi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Taman Bacaan (TB) Pelangi terus berkomitmen mengembangkan kebiasaan membaca terhadap anak-anak di Indonesia Timur melalui program pendirian perpustakaan ramah anak. 

Pada Senin (07/10/2019), TB Pelangi meresmikan perpustakaannya yang ke-123 dan 124 secara bersamaan di SDI Puukungu dan SDK Paupire, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ke-10 perpustakaan Taman Bacaan Pelangi yang baru ini menggunakan teknologi di dalam praktik pelaksanaan programnya. Setiap perpustakaan dilengkapi dengan tablet, proyektor, furnitur, serta 1.250 buku cerita anak.

Tablet terhubung dengan sebuah platform yang berisi buku-buku cerita anak digital yang bisa dibaca oleh anak-anak. Ada juga berbagai video edukatif yang mengajarkan teknik-teknik membacakan buku cerita yang berguna bagi para guru maupun orangtua murid.

Ke-10 perpustakaan baru ini bekerja sama dengan Room to Read dan Google.org.

Nila Tanzil, Founder Taman Bacaan Pelangi mengatakan dengan adanya sentuhan teknologi di dalam perpustakaan-perpustakaan ini merupakan pendekatan baru yang lakukan dan tentunya memberikan warna baru bagi perpustakaan anak.

“Untuk itu TB Pelangi berterima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan Room to Read dan Google.org ini. TB Pelangi berharap dengan adanya elemen teknologi di dalam perpustakaan-perpustakaan ini dapat meningkatkan minat baca anak-anak,” tutur Nila dalam rilis yang diperoleh VoxNtt.com.

Ia menerangkan, semua kepala sekolah, guru dan pustakawan telah diberikan pelatihan mengenai sistem manajemen perpustakaan, berbagai program literasi yang mampu menumbuhkan minat baca anak, serta cara penggunaan tablet untuk kegiatan membaca.

Setiap sekolah diwajibkan merekrut pustakawan khusus serta mengalokasikan mata pelajaran khusus untuk ke perpustakaan, yang dinamakan “Jam Kunjung Perpustakaan” selama satu jam per kelas per minggu.

Setelah perpustakaan diresmikan, kata Nila, tim TB Pelangi akan melakukan kunjungan pendampingan setiap bulannya ke sekolah-sekolah.

Ia berharap dengan adanya sentuhan baru yaitu teknologi, maka akan berimbas pada jumlah peminjaman buku anak-anak.

“Minat baca anak-anak dapat diukur dari jumlah peminjaman buku. Kami harap jumlahnya meningkat setiap bulannya,” ujarnya.

Nila menambahkan, peran guru dan orangtua sangat penting di dalam menumbuhkan minat baca anak. Guru dan orangtua diharapkan mampu mendorong anak-anak agar mereka jadi suka membaca.

“Kami tidak dapat bekerja sendirian. TB Pelangi memberikan fasilitas serta pembekalan untuk guru, dan kami harap para guru menerapkan program yang telah kami ajarkan, dan orangtua juga berperan aktif mendorong anak-anak mereka untuk membaca serta turut membacakan buku di rumah,” tutur Nila.

Untuk diketahui, ke-10 perpustakaan baru TB Pelangi yang menerapkan program digital ini ada di SDI Woloara, SDK Koanara, SDN Wolowaru 3, SDI Ende 10, SDK Wolotolo, SDK Marsudirini, SDK Paupire, SDI Puukungu, SDK Welamosa, SDI Welamosa.

Peresmian ke-10 perpustakaan ini dilakukan sejak 1 Oktober 2019 hingga 8 Oktober 2019.

Dengan diresmikannya ke-10 perpustakaan ini, maka total ada 126 perpustakaan ramah anak yang telah didirikan oleh Taman Bacaan Pelangi di 18 pulau Indonesia Timur dari Lombok hingga Papua. (VoN)

Ende Nila Tanzil Taman Bacaan Pelangi
Previous ArticleBBM Langka di TTS, Penjual Eceran Pasang Harga Bervariasi
Next Article KNJ: Uang 7 Juta Rupiah untuk Beli Babi, Beras dan Lain-lain

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.