Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Ini Kronologis Perang antar-Suku di Adonara yang Menewaskan 6 Orang
HUKUM DAN KEAMANAN

Ini Kronologis Perang antar-Suku di Adonara yang Menewaskan 6 Orang

By Redaksi5 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi. (sumber: merdeka.com).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Larantuka, Vox NTT-Perang antar-suku kembali pecah di Pulau Adonara, Flores Timur. Kali ini terjadi di Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur.

Berdasarkan informasi yang diperoleh VoxNtt.com dari sumber terpercaya, dua suku yang terlibat perang tersebut yakni, Suku Kwaelaga dan Suku Lama Tokan. Mereka memperebutkan lahan Kebun/Pantai Bani.

Akibat perang tersebut, telah merenggut enam korban jiwa.

Kronologis

Menurut sumber itu, kejadian tersebut bermula dari perebutan lokasi tanah di kebun Wulewata Pantai Bani, Desa Baobage, Kecamatan Witihama. Selama ini kedua suku saling klaim atas kepemilikan tanah di Pantai tersebut.

Sebelumnya Pemerintah Flores Timur melalui Pemerintah Kecamatan Witihama dan Polsek Adonara sudah beberapa kali memfasilitasi pertemuan antara kedua suku untuk dicarikan jalan keluar, namun belum berhasil.

Situasi mulai memanas ketika pada Kamis 27 Februari 2020, Suku Kwaelaga sekitar 7 (tujuh) orang melakukan kegiatan di lokasi sengketa yakni menanam jambu mente dan kelapa. Lokasi ini sebelumnya digarap oleh Suku Wuwur dan Suku Lama Tokan.

Aktivitas perkebunan yang dilakukan oleh Suku Kwaelaga itu rupanya menimbulkan kekecewaan dari Suku Lama Tokan, sehingga hari ini, Kamis (05/03/2020) warga Suku Lama Tokan mendatangi lokasi dan mengecek tanaman yang ditanam Suku Kwaelaga.

Sesaat setelah warga dari Suku Lama Tokan berada di lokasi, warga dari Suku Kwaelaga mendatangi lokasai tersebut sehingga terjadi perdebatan terkait status kepemilikan tanah. Perdebatan itu pun berujung saling serang menggunakan senjata tanjam. Korban jiwa akhirnya tak terhindar. Korban langsung berjatuhan di lokasi sengketa.

Ada pun korban meninggal dunia yakni Wilem Kewasa Ola (80) dari Desa Tobitika dan Yosep Helu Wua (80). Keduanya berasal dari suku Lamatokan.

Sementara empat orang korban lainya berasal dari suku Kwaelaga yakni Moses Kopong Keda (80), Jak Masan Sanga (70), Yosep Ola Tokan (56) dan Seran Raden (56).

Suban Kian (69), dari suku Kwaelaga berhasil melarikan diri.

Sesuai informasi yang dihimpun, selama ini lahan tersebut diklaim oleh suku Kwaelaga sebagai pemilik. Sementara lahan tersebut telah digarap oleh  4 (empat) Suku yaitu, Suku Lama Tokan, Suku Making, Suku Lewokeda dan Suku Wuwur. (VoN)

Adonara Flores Timur Perang antar-suku Witihama
Previous ArticleRibuan KIP Ditemukan dalam Tong Sampah di Labuan Bajo
Next Article KIP yang Ditemukan dalam Tong Sampah Didistribusikan untuk Kecamatan Ndoso

Related Posts

Bambang Nurdiansyah Sampaikan Hak Jawab, Bantah Terima Dana dari PT Waskita Karya

11 Juni 2026

Ibu dan Anak di Aimere Ngada Jadi Korban Kekerasan

9 Juni 2026

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Labuan Bajo, Kepala BPN Mabar Mangkir dari Panggilan Polisi

9 Juni 2026
Terkini

Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Kita di NTT Tidak Boleh Asal Memberi Jawaban?

13 Juni 2026

Muskab PBVSI Sikka Tetapkan Rofinus Luer sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

13 Juni 2026

Hati Tak Bernoda: Istana Kasih dan Bait Allah Penemuan Diri

13 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.