Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Unika Ruteng Ikut dalam Riset Pastoral Integral Keuskupan
MAHASISWA

Unika Ruteng Ikut dalam Riset Pastoral Integral Keuskupan

By Redaksi19 Juni 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tampak depan kampus Unika Ruteng (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng ikut berperan serta dalam riset pastoral integral di Keuskupan Ruteng.

Dalam rilis yang dikirim tim peneliti Unika Ruteng, Jumat (19/06/2020), menyebut riset pastoral integral Keuskupan Ruteng diinisiasi oleh Unika Santu Paulus Ruteng.

Riset ini akan melibatkan 50 peneliti yang berasal dari sejumlah lembaga yaitu Unika Santu Paulus Ruteng, Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (Stipas) Santu Sirilus Ruteng, dan Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng.

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Servatius Boy Lon, M.A mengatakan, lembaga yang dipimpinnya itu menyambut positif dan antusias dengan adanya riset ini.

Menurut Yohanes, riset ini menjadi kesempatan bagi Unika Santu Paulus Ruteng untuk memberikan kontribusi kepada Uskup baru di Keuskupan Ruteng dan seluruh umat melalui kajian ilmiah.

Unika Santu Paulus Ruteng, kata dia, pada dasarnya mengapresiasi dan antusias dengan dilaksanakannya kegiatan riset ini.

“Bagi kami, ini salah satu kesempatan untuk mendukung kepemimpinan Uskup baru kita dan berkontribusi untuk seluruh umat di Keuskupan ini melalui kajian akademik-ilmiah,” kata Yohanes.

Salah satu anggota tim leader riset ini, Dr. Mantovany Tapung, M.Pd menjelaskan, penelitian kolaboratif dengan skema payung ini bertujuan untuk mendukung kepemimpinan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr, yang ditahbiskan 19 Maret 2020 yang lalu.

Ia menjelaskan, tujuan umum riset payung ini adalah mendapatkan peta masalah dan konsep solusi peningkatan sumber daya Katolik di wilayah Keuskupan Ruteng.

Hasil riset sebagai bahan dasar penyusunan peta jalan (road map) Gereja Keuskupan Ruteng pada jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Sementara tujuan khususnya, lanjut Manto, untuk mendapatkan peta masalah dan konsep solusi peningkatan sumber daya dalam bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Itu antara lain, ekonomi, pariwisata, lingkungan hidup, sosial, budaya dan politik, dan pastoral Gereja.

Manto mengharapkan, melalui riset ini bisa menghasilkan tiga luaran utama.

Pertama, tersedianya data komprehensif, holistik, akurat dan valid, secara kuantitatif dan kualitatif mengenai peta kondisi pendidikan dan kesehatan masyarakat, ekonomi dan pariwisata, lingkungan hidup, sosial, budaya dan politik, dan pastoral gereja.

Kedua, tersusunnnya dokumen laporan penelitian yang akan didiseminasikan melalui seminar.

Ketiga, publikasi dalam bentuk buku cetakan sebanyak 100 eksemplar.

Keempat, publikasi pada jurnal terindeks dan jurnal internasional bereputasi.

Riset ini menurut rencana akan dijalankan selama tiga bulan ini (15 Juni-30 Agustus 2020).

Kegiatan penelitian diketuai oleh Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M. Kes.; Wakil: Dr. Yohanes S. Lon, MA.; Sekretaris: Dr. Fransiska Widyawati, MA.; Anggota: Dr. Max Regus, S. Fil., MA., Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S. Fil., M. Pd.; dan Dr. Fidelis Den, MA.

Riset ini akan mengkaji lima bidang turunan yang masing-masing akan dikerjakan secara kolaboratif oleh lima tim yaitu:

Pertama, bidang pendidikan dan kesehatan ditangani oleh Dr. Marsel R. Payong, M. Pd., dan tim.

Kedua, bidang ekonomi dan pariwisata ditangani oleh Dr. Ans Tia Purnawati, MA., dan tim.

Ketiga, bidang lingkungan hidup ditangani oleh Dr. Martin Chen, dan tim.

Keempat, bidang sosial, budaya, dan politik ditangani oleh Dr. Manfred Habur, dan tim.

Kelima, bidang pastoral gerejani ditangani oleh Dr. Rikardus M. Jehaut, dan tim.

Sementara seluruh kegiatan penelitian akan didanai oleh Yayasan Santu Paulus Ruteng (Yaspar).

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba

UNIKA Santu Paulus Ruteng
Previous ArticlePemdes Oekolo TTU Kembali Salurkan BLT Dana Desa
Next Article Aisyah Wafat, Jenazahnya Dimakamkan di TPU Kepa Duri Jakbar

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.