Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Ibunya Gangguan Jiwa, Ayah Menikah Lagi, Anak di Ngada Digauli Pamannya Hingga Hamil
HEADLINE

Ibunya Gangguan Jiwa, Ayah Menikah Lagi, Anak di Ngada Digauli Pamannya Hingga Hamil

By Redaksi3 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Dugaan kasus kekerasan seksual kembali terjadi di Ngada.

Seorang siswi SMP Kelas II dikabarkan baru usai menjalankan proses kelahiran dan dalam kondisi trauma hebat.

Wanita malang itu masih dikategorikan masih anak dibawah umur. Saat melahirkan, usianya baru genap 14 tahun, kata petugas medis di RSUD Bajawa.

Bayi malang itu dilahirkan di rumah yang dia tinggal pada hari Sabtu 29 Agustus 2020.

Usai melahirkan, ibu muda itu baru mendapat pertolongan dari petugas medis di Puskesmas setempat.

Saat ini bayinya masih disimpan di dalam inkubator di RSUD Bajawa, berjenis kelamin perempuan dengan berat lahir 1,6 Kg.

Sang Ibu kini sedang dalam pendampingan Bidang Perlindungan Anak dan Perempuan, Dinas BPMD Kabupaten Ngada.

Kepada VoxNtt.com, remaja SMP itu bercerita bahwa dia telah digauli oleh pamannya sendiri hingga dia hamil dan melahirkan.

Menurutnya, pamannya adalah orang pertama dan baru sekali menggaulinya hingga dia hamil dan melahirkan.

Lanjutnya, dia mengaku sejak kecil tinggal dirumah pamannya. Menurutnya, pamannya itu saudara kandung dari Ibunya.

Ibunya adalah orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ), warga Kabupaten Nagekeo. Sedangkan, ayahnya telah menikah dengan wanita lain.

Karena itulah, sedari kecil dia telah tinggal bersama Pamannya.

Hingga berita ini diturunkan, bidang perlindungan perempuan dan anak dinas BPMD belum memberikan pernyataan resmi, temasuk upaya lanjutan dari kejadian ini.

Penulis: Patrik Djawa

Editor: Irvan K

Kekerasan Anak Ngada ODGJ
Previous ArticleRasio Elektrifikasi di Manggarai Timur Tahun 2020 Capai 70 Persen
Next Article Kasus Covid-19 Kian Meningkat, Pengamat Ingatkan Pemkab Manggarai

Related Posts

Kasus ODGJ di Manggarai Barat Naik Jadi 745 Orang, Dinkes Catat 35 Kasus Pemasungan

1 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.