Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»DPRD NTT Dorong Pemprov Segera Selesaikan Masalah Pemecatan 15 Guru Komite SMKN 1 Wae Ri’i
Pendidikan NTT

DPRD NTT Dorong Pemprov Segera Selesaikan Masalah Pemecatan 15 Guru Komite SMKN 1 Wae Ri’i

By Redaksi7 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris Komisi V DPRD NTT, Yohanes Rumat usai diwawancarai wartawan di kantor DPRD NTT, Senin, 11 November 2019 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Sekretaris Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur, Yohanes Rumat meminta pemerintah provinsi itu agar segera menyelesaikan masalah pemecatan 15 guru Komite di SMKN 1 Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.

“Kami mendorong pemerintah provinsi NTT untuk segera menyelesaikan sengketa carut marutnya kegiatan management dan proses belajar mengajar yang berlangsung di SMKN 1 Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai,” kata Rumat kepada VoxNtt.com di Kupang, Senin (07/09/2020).

Rumat menilai Pemerintah Provinsi NTT terkesan berdiam diri terkait persoalan pemecatan terhadap 15 guru komite oleh kepala SMKN 1 Wae Ri’i.

“Yang sampai sekarang oleh pihak pemerintah berdiam diri saja, bahkan sudah ada korban guru guru honorer sebanyak 15 orang dipecat oleh kepala Sekolah,” tegas politisi PKB itu.

Hal ini menurut dia, terjadi karena terlambatnya pemerintah menyatakan sikap dan penyelesainnya sangat terlambat.

Padahal utusan Dinas Pendidikan Provinsi NTT dan pimpinan serta anggota DPRD Provinsi sudah mendatangi SMKN 1 Wae Ri’i.

Ia mengkhawatirkan jika masalah ini dibiarkan oleh pemerintah untuk berseteru terus, maka oleh sekolah- sekolah lain di seluruh kabupaten/kota di NTT dianggap demontrasi merupakan solusi masalah.

Senada dengan Rumat, Anggota Komisi V DPRD NTT Ana Waha Kolin mengatakan pemecatan terhadap 15 guru Komite di SMKN Wae Ri’i oleh Kepala sekolah merupakan tindakan sangat tidak bagus.

“Apalagi kepala sekolah ini perempuan. Perempuan itukan untuk memutuskan sesuatu itu dengan hati, tidak bisa dengan pakai emosional,” tegasnya.

Anggota Komisi V DPRD NTT, Ana Waha Kolin (Foto: Vox NTT/Tarsi Salmon)

“Menurut saya ini tindakan otoriter. Karena dia membuat keputusan yang tidak bagus,” tegasnya lagi.

Politisi PKB itu juga meminta pemerintah segera menyelesaikan masalah di SMKN Wae Ri’i tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi berjanji akan menyelesaikan persoalan dugaan korupsi dan pemecatan 15 guru komite di SMKN 1 Wae Ri’i, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.

“Jadi, kami belum mendengar dan bertatap muka secara langsung. Mudah-mudahan beberapa hari ini kami akan beraudiensi dengan para guru di SMKN 1 Wae Ri’i dan kepala sekolah. Sehingga rekomendasinya seperti apa itu yang penting dan yang pasti masalah akan diselesaikan,” kata Lusi kepada VoxNtt.com di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis (03/09/2020).

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kota Kupang SMKN 1 Wae Rii
Previous ArticlePertama dalam Sejarah, Misa Digelar di Puncak Gunung Egon-Sikka, Begini Ceritanya
Next Article Pemprov NTT Diminta Evaluasi Keberadaan Guru Komite dan Yayasan

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.