Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh: Hanya Transfer Ilmu, Tetapi Tidak Mendidik
Pendidikan NTT

Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh: Hanya Transfer Ilmu, Tetapi Tidak Mendidik

By Redaksi5 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah seorang guru SMPK Frateran Ndao sedang menerapkan PPJ (Foto: Doc. Ndao)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepala Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Frateran Ndao, Fr. Yohanes Berchmas memberi penilaian terhadap sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) yang diterapkan selama pandemi Covid-19.

Menurutnya, adapun kelemahan dalam sistem PPJ yang disasarkan kepada peserta didik. Pembelajaran model ini bersifat hanya mentransferkan ilmu saja ke siswa. Sedangkan karakter mendidik memang sama sekali tidak terasa.

Ia menyatakan, sejak sistem tahun ajaran baru 2020 pihaknya sudah memulai penerapan PPJ dengan menggunakan aplikasi zoom meeting dan aplikasi google class room.

“Jadi ada kelemahan-kelemahan diluar jangkauan para guru karena selama ini hanya mentransfer ilmu saja. Kalau karakter mendidiknya tidak terasa apalagi terhadap siswa baru,” kata Fr. Yohanes kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (05/11/2020).

Ia menjelaskan para guru sejauh ini belum mengetahu persis karakter siswa baru. Hal ini menjadi kesulitan tenaga pendidik untuk menguasai dan mengenal siswa satu per satu.

“Saat tahun ajaran baru, kami sempat mengumpulkan siswa baru untuk pembagian kelas, mengenal lingkungan sekolah, pembagian wali kelas dan roster pembelajaran. Itu hanya satu kali saja dan sampai saat inu belum melakukan tatap muka. Mudah-mudahan dengan kondisi zona hijau pertengahan November bisa melakukan tatap muka,” kata Fr. Yohanes.

Mengenai rencana penerapan pembelajaran tatap muka, pihaknya telah meminta kesepakatan orang tua dan komite. Pihaknya telah mengirimkan kuesioner ke orang tua melalui aplikasi class room.

Kelonggaran pembelajaran tatap muka juga telah diketahui pemerintah melalui surat kesepakatan oleh orang tua, komite dan sekolah.

“Dan puji tuhan, hampir lebih dari separuh setuju melakukan tatap muka. Kami sudah mengirimkan ke Dinas,” tutur dia.

Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan roster untuk pembelajaran tatap muka dan PJJ. Roster PPJ akan diterapkan jika ada himbauan pemerintah mengenai perkembangan status Covid-19 di wilayah Ende.

Durasi waktu sistem PPJ akan diterapkan setiap hari mulai Pukul 08.00 hingga Pukul 10.30 untuk 12 mata pelajaran.

“Berdasarkan petunjuk teknis untuk masing-masing siswa empat (4) jam. Dalam seminggu 12 mapel tercapai dengan durasi waktu tiap mata pelajaran satu (1) jam,” kata Fr. Yohanes.

Ia berharap agar semua komponen baik orang tua, guru dan siswa tetap semangat mengikuti sistem yang diterapkan pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

“Karena begini, dulu Ilmuwan Sains Sir Isaac Newton menemukan ilmu hukum newton tidak di kampus tapi menemukan dalam PJJ. Jadi belajar itu bisa dimana saja, tidak selamanya di sekolah. Harapan juga badai Covid-19 cepat berlalu dan proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan,” ujar Fr. Yohanes, berharap.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticlePenyebar Hoaks dan Ujaran Kebencian Diancam Hukuman Penjara 6 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar
Next Article Bosan Keluhkan Air Minum Bersih, Warga Labuan Bajo: Kalau Keluar seperti Ekor Tikus

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.