Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Politician Academy Ungkap Alasan Petahana Tumbang
Pilkada

Politician Academy Ungkap Alasan Petahana Tumbang

By Redaksi25 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD Ngada bersama politisi hadir dalam diskusi publik di Bajawa, Kamis, 25 November 2021. (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Lembaga konsultan politik Politician Academy mengungkapkan alasan di balik tumbangnya calon petahana di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur Politician Academy Bonggas Adhi Chandra mengatakan, berdasarkan data survei lembaganya, tantangan terbesar bagi politisi lokal di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah tingginya tingkat kekalahan petahana (incumbent), baik kepala daerah maupun anggota legislatif pada pemilihan umum tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai contoh, pada tahun 2017, 2018 dan tahun 2020, dari total 21 daerah yang menyelenggarakan pemilihan umum dan juga diikuti oleh 21 calon petahana, hanya 4 calon petahana saja yang terpilih kembali.

BACA JUGA: Politician Academy Gelar Diskusi Publik di Ruteng

“Itu pun satu dari empat calon petahana yang menang itu adalah hasil PSU yakni di Kabupaten Sabu Raijua,” kata Bonggas saat menggelar diskusi umum yang berlangsung di ruangan Auditorium Jhon-Thom Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (25/11/2021).

Menurut dia, rendahnya tingkat keterpilihan kembali calon petahana dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah janji politik yang tidak dipenuhi.

BACA JUGA: Bupati di Manggarai Raya Diajak untuk Belajar dari Banyuwangi

Tren dan tantangan ini akan semakin terbuka menyongsong pemilihan umum serentak tahun 2024.

Pasalnya, selain pemilihan umum presiden, kepala daerah dan anggota legislatif dilakukan dalam tahun yang sama, bayang-bayang pendemi Covid-19 juga masih terus mengintai.

Sehingga, kata Bonggas, hal tersebut berpotensi mempengaruhi pelaksanaan aturan pemilu dan pembatasan pola kampanye.

Belum lagi, minimnya literasi politik penduduk Nusa Tenggara Timur dalam dunia politik. Diperparah, ulah para politisi nakal yang melakukan politik uang di tengah minimnya literasi politik.

“Sehingga penyelenggara pemilu baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) serta aparat keamanan juga ikut masuk dalam tren dan tantangan pemilu serentak 2024,” kata Bonggas.

BACA JUGA: Mahasiswa Mesti Melek Politik

Untuk itu, sebagai konsultan politik, Politician Academy menawarkan solusi pendampingan kepada para politisi lokal. Berharap mereka dapat meraih kemenangan dengan cara-cara yang elegan dan cerdas.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Ngada Politician Academy
Previous ArticlePemkab Mabar akan Moratorium Pembangunan Hotel Bintang 4 dan 5
Next Article Gugat Wartawan Rp18 Miliar, Upaya GM Obor Mas Kandas di Mahkamah Agung

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

PADMA Indonesia Desak Pemkab dan DPRD Ngada Dukung Autopsi Forensik Kasus Kematian YBS

15 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.