Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Drama Teater “Panah Dewa” Karya Mantovanny Tapung akan Dipentaskan Siswa SMAN 1 Ruteng
Seni dan Budaya

Drama Teater “Panah Dewa” Karya Mantovanny Tapung akan Dipentaskan Siswa SMAN 1 Ruteng

By Redaksi15 Juni 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Siswa dan siswi SMAN 1 Langke Rembong berdiskusi penulis naskah, Marianus Mantovani Tapung pada (27/05/2022)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Salah satu upaya pengembangan minat dan bakat siswa dan menjadi bagian dari membangun kepercayaan diri, kolaborasi dan pemahaman diri, siswa X MIPA SMA Negeri 1 Langke Rembong mementaskan pelbagai naskah drama teater.

Salah satu naskah yang dipentaskan adalah “Panah Dewa” karya Marianus Mantovanny Tapung.

Pentasan akan berlangsung pada Kamis, 16 Juni 2022 di Aula SMAN 1 Langke Rembong.

Teks drama teater menjadi salah satu dari kumpulan naskah yang ada dalam buku Pastoral Panggung; Bunga Rampai Drama Teater (Parrhesia Institute, 2012) karya Marianus Mantovanny Tapung dan Pastor Beben Gaguk, Pr.

Naskah drama teater mengisahkan peristiwa perebutan harta dan kekuasaan yang terjadi pada suku Manggarai.

Perang tanding menyebabkan terjadinya pertumbahan darah antara saudara (ase kae). Pada sisi lain, drama teater pada suku Manggarai.

Sementara pada sisi lain, drama ini menampilkan tentang dominasi budaya patriaki pada suku Manggarai, yang berdampak kejadian kekerasan pada kebanyakan perempuan di Manggarai.

Sutradara dari pentasan ini adalah Bryan Hartono. Aktor/aktrisnya, Andi Dima, Bryan Hartono, Yetri Longa, Iman Sangkang, Dian Bupu, Kelvin Parung, Yessi Riyadi, Audhy Haven, Dave Adris.

Sementara tim produksi: MPro, Ayke Aryadi, sekretaris: Titha Tegok, Bendahara: Yessi Jegaut, Bidang Acara: Aura Maharani, Yana Langga; Kasi: Andy Dima, Dave Adris, Perlengkapan: Beatriks Ondat, Geni W. Saputri; Penanggung Jawab: Tata Tapung, Kevin Parung.

Saat pertemuan tim produksi ini dengan penulis naskah di ruang kerja Unika St. Paulus Ruteng (28/05/2022), Sutradara Bryan Hartono mengaku senang dan bahagia, tetapi sekaligus merasa tertantang untuk mementaskan karya ini.

Selain karena harus memahami karakter dari tokoh-tokoh di dalamnya, tetapi juga harus pahami dengan karakter budaya Manggarai.

“Kami sebenarnya ingin tahu, perang tanding itu seperti apa ya dan mengapa pernah Manggarai mengalami masa kelam perang tanding itu?” tukas Bryan.

Dengan mementaskan teater ini, pihak Bryan ingin mengetahui tentang masalah-masalah yang ada pada suku Manggarai dan dampak-dampak dari masalah tersebut.

Penulis naskah yang adalah pentolan sekaligus pendiri Teater Tanya Seminari Tinggi Ritapiret, Marianus Mantovanny Tapung menyampaikan apresiasi bagi siswa-siswi Kelas X MIPA SMA Negeri 1 Langke Rembong.

“Di tengah gencarnya pentasan virtual digital melalui youtube, dll. Mereka dan lembaganya masih bisa memikirkan tentang pentingnya pengembangan karakter dan pengembangan minat dan bakat melalui pentasan-pentasan panggung ruang nyata. Padahal pentasan panggung menjadi ruang potensial untuk membina karakter, lebih khusus bagi generasi milenial dan zelenial saat ini,” ungkapnya.

Dosen Unika ini menambahkan, dalam Kurikulum Merdeka, pentasan atau pertunjukan panggung menjadi salah satu pilihan program akhir dari proses pembelajaran per semester atau per tahun pada setiap fase (usia belajar) di sekolah.

Pentasan atau seni pertunjukan panggung merupakan arena pembelajaran aktualisasi dalam meningkatkan kepercayaan diri, kolaborasi, elaborasi konsep, dinamika kelompok, dan kemampuan merefleksi diri.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Manggarai Manto Tapung Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleBaksos di Rumah Ibadah, Cara Polsek Biboki Utara Sambut HUT Bhayangkara ke-76
Next Article Diwarnai ‘Insiden Kecil’, Indonesia Police Watch Tetap Menerima Pengaduan Masyarakat

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.