Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Sering Dilanda Kebakaran, Nasib Komodo Wae Wuul Terancam Punah
NTT NEWS

Sering Dilanda Kebakaran, Nasib Komodo Wae Wuul Terancam Punah

By Redaksi21 Oktober 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

 

Labuan Bajo,VoxNtt.com- Cagar Alam Wae Wuul yang terletak di Desa Macang Tanggar,Kecamatan Komodo,Kabupaten Manggarai Barat sering dilanda kebakaran.

Cagar alam seluas 1.484,84 hektar ini merupakan salah satu habitat tempat hidupnya kadal raksasa Varanus Komodoensis di wilayah Flores,Nusa Tenggara Timur.

Selain menjadi habitat Komodo, cagar alam yang sebagian besar terdiri dari padang savana ini juga menjadi tempat hidup rusa Timor dengan populasi yang cukup banyak.

Namun, selama bencana kebakaran sering melanda kawasan itu populasi binatang yang dilindungi ini mengalami penurunan bahkan mendekati kepunahan.

Data yang dirilis Komodo Survival Program (KSP) pada 2009 lalu, jumlah Komodo yang berhasil di hitung di wilayah tersebut hanya berjumlah 19 ekor, jumlah tersebut mengalami penurunan dari pehitungan pada tahun sebelumnnya yang berjumlah 66 ekor.

Sukiman, salah seorang warga Desa Macang Tanggar saat ditemui VoxNtt.com di kawasan Cagar Alam tersebut, mengaku selama ini dirinya sering melihat kebakaran hebat terjadi di beberapa hamparan padang rumput yang berada di kawasan trersebut.

“Hampir setiap hari selalu ada kebakaran disini apalagi musim kering seperti sekarang, kebakarang sudah jadi pemandangan biasa,”ujar Sukiman kepada VoxNtt.com, Jum’at (21/10).

Menurut Sukiman, karena kebakaran yang sering melanda wilayah ini setiap tahun, warga di kampugnnya sudah jarang melihat binatang liar seperti Rusa yang biasa melahap rumput di sekitar tempat di sekitar kawasan tersebut.

“Jangankan komodo, rusa yang dulu biasa kami lihat makan rumput disini sudah jarang muncul, dulu biasa banyak Rusa disini, Komodo juga ada tapi tidak sering muncul,” kisahnya.

Terkait tanggung jawab BKSDA Ruteng terhadap kawasan tersebut, dia menjelaskan dirinya jarang melihat petugas melakukan pemantauan di daerah itu termasuk jika ada kebakaran melanda.

“Kami jarang melihat ada petugas datang, terakhir saya lihat waktu datang menanam pilar pada batas kawasan,”ujarnya. (Eyo/VoN)

 

 

 

 

Previous ArticlePBH Nusra dan Bappeda Sikka Rancang Pendataan Desa Berbasis Digital
Next Article Kades Diminta Bentuk BUMDes

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.