Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Pendeta Yohana Dianiaya Usai Pulang Gereja Nazaret Siomolo
HUKUM DAN KEAMANAN

Pendeta Yohana Dianiaya Usai Pulang Gereja Nazaret Siomolo

By Redaksi21 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi pengeroyokan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT- Nasib malang menimpa Pendeta Yohana Ida Wolagole, Sth.

Pasalnya, ia dan Krisna Dima dianiaya terduga pelaku RN dan YA usai dari Rumah Pelayan Gereja Nazaret Siomolo, Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang pada Senin, 17 Desember 2018 lalu.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, kejadian bermula ketika Krisna Dima menjemput Pendeta Yohana di Rumah Pelayan Gereja Nazaret Siomolo dengan sepeda motor. Dalam rencananya, Pendeta Yohana bakal diantar menuju Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu.

Namun, sesampai di RT 15, RW 08, Dusun 4 Siumolo, Desa Tuakau sekitar pukul 17.30 Wita, ia bersama Krisna Dima dikeroyok dan dianiaya dua orang berinisial RN dan YA.

Lokasi pengeroyokan tersebut berjarak kurang lebih 50 meter dari Rumah Pelayan Gereja Nazaret Siomolo.

Di sana, Pendeta Yohana dan Krina Dima tiba-tiba dihadang dua terduga pelaku tersebut.

Terduga pelaku YA menganiaya Kresna Dimu. Sementara RN langsung memukul Pendeta Yohana di bagian kepala dengan menggunakan kayu bulat.

Pendeta Yohana lalu terjatuh ke tanah. Setelah jatuh, korban dihantam tendangan sebanyak dua kali di bagian perut oleh pelaku sambil berkata ” kalau lu mau mati, biar mati di beta pung tangan sa “. (Kalau kamu mau mati, biar mati di tangan saya saja).

Beruntung, kedua korban ditolong oleh warga yang datang ke lokasi kejadian.

Kasubag Humas Polres Kupang, Simon Seran membenarkan kejadian penganiayaan itu.

Seran mengungkapkan, pada Jumat 21 Desember kasus penganiayaan terhadap Pendeta Yohana diselesaikan di Polsek Fatuleu Barat.

“Kami (Humas) belum dapat laporan resmi. Itu diselesaikan di Polsek. Jadi kalau mau tahu silahkan ke Polsek,” katanya saat dihubungi melalui ponselnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak Polsek Fatuleu Barat belum berhasil dikonfirmasi.

 

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang
Previous ArticlePMKRI Kembali Aksi Tuntut Usut Tuntas Kasus Pasar Rakyat Ruteng
Next Article HUT ke-60 NTT, Uskup Agung Kupang Berkat Anakan Kelor PT. Tabun Tirta Matonis

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.