Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Tahun 2022, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Belu Naik
HUKUM DAN KEAMANAN

Tahun 2022, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Belu Naik

By Redaksi11 Mei 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Terduga pelaku JTS saat diperiksa di ruang PPA Polres Belu (Foto: Marcel)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di bawah umur di Kabupaten Belu, Provinsi NTT, terus meningkat.

Betapa tidak, sejak Januari hingga awal Mei 2022 kasus yang ditangani Unit  Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Belu mencapai sebanyak 30 kasus.

Kanit PPA Polres Belu, Aiptu Yeremias A Mengi mengatakan, jumlah kasus yang ditangani PPA Polres Belu hingga awal Mei meningkat tajam dan melebihi stengah dari jumlah kasus yang ditangani sepanjang tahun 2021.

Sepanjang tahun 2021, total kasus yang ditangani sebanyak  54 kasus.

Sementara untuk tahun 2022, baru memasuki pekan kedua bulan Mei namun kasus yang ditangani sudah mencapai 30 kasus.

Dari 30 kasus yang ditangani didominasi oleh kasus setubuh anak di bawah umur yakni sebayak 8 kasus dan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur sebanyak 2 kasus.

Sementara kasus kekerasan fisik dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur sebanyak 8 kasus.

Tidak hanya itu, sejak Januari hingga awal Mei, PPA Polres Belu telah menangani kasus KDRT yakni persinahan sebanyak 7 kasus.

Selanjutnya, kasus Asusila sebanyak 3 dan penemuan mayat anak sebanyak 2 kasus serta 1 kasus lainnya adalah pencurian yang melibatkan anak.

“Tahun ini terjadi peningkatan peningkatan kasus. Baru 4 bulan saja kita sudah tangani 30 kasus,” jelas Aiptu Yeri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/5/2022).

Disampaikan bahwa dari total 30 kasus yang ditangani  sebagian besar sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belu.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu Polres Belu
Previous ArticleWarga Desak Bank Dunia Hentikan Dukungan Dana untuk Proyek Geothermal Wae Sano
Next Article Kasus Kekerasan di Belu Tinggi, Ini Penyebabnya

Related Posts

Kejari Mabar Geledah Kantor KPU Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp28 Miliar

8 September 2026

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026
Terkini

Partai Perindo Terus Bergerak, Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak di Manggarai Barat

9 September 2026

Bantuan Bencana: Dari Sembako Ke Masa Depan Anak

8 September 2026

Kejari Mabar Geledah Kantor KPU Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp28 Miliar

8 September 2026

Komisi X DPR RI Pantau Sekolah Terdampak Gempa di Manggarai

8 September 2026

Pelaku Injak Bantuan Gempa di Manggarai Timur Terungkap Usai Video Viral

8 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.